
NBCIndonesia.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak ingin kasus perpindahan kekuasaan, seperti tragedi Mei 1998 terulang.
Kasus tersebut, kata dia, hampir menyerupai kala Kerajaan Singosari runtuh. Bahkan, dengan terjadinya tragedi '98 terkesan seperti terkena kutuk dari seorang tokoh pembuat senjata, Mpu Gandring.
"Saya sempat berfikir apa kita ini dikutuk Empu Gandring. Ketika kerisnya diambil oleh Ken Arok dan digunakan untuk membunuh," ungkap Djarot di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, Sabtu (14/5/2016).
Oleh karenanya, ia menginginkan Indonesia segera memiliki konstitusi demokrasi baik, khususnya dalam perpindahan kekuasaan. Agar, tidak terjadi pertumpahan darah seperti kejadian 18 tahun lalu.
"Mungkin kita ini harus segera membangun konstitusi demokrasi yang kuat, supaya perpindahan kekuasaan tidak terjadi dengan pertumpahan darah," ujar politisi PDI Perjuangan itu. (il)