logo
×

Minggu, 05 Juni 2016

8 Jam Ditahan di Ruang Isolasi Membuat Perwakilan Teman Ahok Down

8 Jam Ditahan di Ruang Isolasi Membuat Perwakilan Teman Ahok Down

Nusanews.com - Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayningtyas yang baru saja terbebas dari tahanan Imigrasi Bandara Changi menyesalkan sikap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Amalia menceritakan, pada saat dirinya diintrograsi oleh pihak Imigrasi setempat, dipersilahkan untuk meminta pendampingan dari KBRI.

"Namun ketika kami kontak, KBRI tidak bisa memberi pendampingan karena hari Sabtu dan Minggu sedang libur," kata Amalia.

Amalia mengatakan, sebetulnya, dirinya sangat mengharapkan kehadiran pihak KBRI saat dirinya ditahan oleh imigrasi.

"Kami tidak tahu harus seperti apa, kooperatif seperti apa, kalau kita didampingi, mungkin persoalan tidak akan sebesar ini," kata Amalia.

Diketahui Amalia dan Richard Handris Saerang tiba di Bandara Changi pukul 13.00 waktu setempat. Setelah diintrograsi kemudian keduanya dimasukan ke ruang isolasi atau Immigration & Checkpoints Authority (ICA).

"Ketika kami dipindahkan ke ruang ICA, komunikasi kami terputus, kami tahu pihak KBRI berusaha menjangkau kami dan memohon untuk dipulangkan segera walaupun dari jarak jauh," cerita Amalia.

Setelah diisolasi selama delapan jam, Amalia dan Richard lantas diperkenankan untuk memasuki terminal internasional untuk sekedar menghirup udara bebas.

"Kami dipindahkan ke Terminal 3, itu sangat leluasa bagi kami, kami diperbolehkan istirahat, jajan, pokoknya keluar dari ICA sangat menyembuhkan down kami," kata dia.

Pada esok harinya, pukul 07.00 waktu setempat, menurut Amelia, keduanya bertemu dengan perwakilan KBRI.

"Ada beberapa tim, ketika mendapat pendampingan kami lebih leluasa, kami juga mendapatkan penjelasan dari maskapai kenapa tidak jadi dipulangkan pada malam hari," kata Amalia.

Sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat, Amalia dan Rochard baru bisa terbang ke Jakarta dan tiba sekitar pukul 10.55 WIB.

Atas kejadian ini, Amalia menyebut tidak ingin menyalahkan pihak manapun, dan menjadikan sebuah pelajaran bersama.

"Kami berterima kasih pada panitia di sana yang berjuang membantu kepulangan, terima kasih pada KBRI telah mengurus kami walaupun kami menyesalkan mengapa tidak pada hari pertama," kata dia. (Acep Nazmudin) (tn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: