
Nusanews.com - Basuki Tjahaja Purnama, salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta yang paling banyak diperbincangkan di media sosial (medsos). Perbincangan itu terkait hal positif maupun negatifnya.
Dari hasil survei yang dilakukan Datalyst terhadap media sosial Twitter, 76 persen pengguna medsos tersebut membicarakan Ahok.
Peneliti Datalyst, Amanah Ramadiah mengatakan, Ahok paling banyak jadi bahan pembicaraan di medsos. Sisanya adalah kandidat gubernur lainnya.
Dari seluruh yang pembicaraan yang menyangkut Ahok, 57 persen di antaranya yang dibicarakan tentang hal positif dan 43 persen hal negatif.
"Hasil ini mengindikasikan bahwa Ahok disukai dan dibenci," ujar dia ketika memaparkan hasil surveinya mengenai Rakyat Bicara Isu Sosial Politik Jakarta di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (24/6).
Ami menilai, meski perbincangan mengenai hal positif Ahok menjadi tren di medsos, hal itu tidak bisa menjadi acuan bagi masyarakat tentang kinerjanya dia, karena semua hal yang positif itu belum tentu benar.
"Perbincangan tentang Ahok saat ini memang banyak yang positifnya, tapi kita mau edukasi masyarakat kalau itu jangan ditelan mentah-mentah," jelasnya.
Lebih lanjut Amy mengatakan, untuk tweet mengenai bakal calon lainnya kebanyakan bersifat netral, tidak positif dan tidak negatif.
Dalam survei ini, Datalyst menggunakan data dari twitter dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, dari 22 Februari hingga 30 Mei 2016.
Selama tiga bulan, terdapat lebih dari 3.5 juta percakapan seputar Pilkada DKI di medsos dengan jumlah percakapan setiap hari sekitar 50.000. (jpg)

