logo
×

Jumat, 24 Juni 2016

“Ini Sinyal Agar China Tak Aggap Enteng Indonesia”

“Ini Sinyal Agar China Tak Aggap Enteng Indonesia”

Nusanews.com - Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) menilai kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di wilayah Natuna membawa pesan agar China tidak meremehkan kekuatan Indonesia. Natuna adalah bagian dari kedaulatan Indonesia yang harus dipertahankan.

Akom mengapresiasi tindakan Presiden yang meninjau langsung kawasan Pulau Natuna menyusul aksi illegal fishing oleh kapal berbendera China. Bagaimanapun, tegas Akom, Indonesia tidak boleh dilecehkan oleh negara manapun, bila sejengkal wilayahnya dimasuki oleh negara lain tanpa izin.

"Ini sebagai sinyal buat China, bahwa  mereka jangan anggap enteng Indonesia," kata Akom di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Akom berharap pemerintah konsisten melakukan langkah serius menjaga teritorial Indonesia di kawasan Pulau Natuna. Bila tidak, hal itu bisa menjadi ancaman yang serius ke depannya.

"Pasti ada kelanjutan dari yang sekarang," imbuhnya.

Pada Kamis (13/6/2016), Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas (ratas) di atas KRI Imam Bonjol saat berlayar di laut Cina Selatan, di kawasan perairan Natuna, Kepri. Dalam ratas, Presiden mendapat penjelasan dari beberapa menterinya tentang potensi Perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) memiliki 16 blok minyak dan gas (migas), selain sumber daya perikanan.

"Perkembangan wilayah terluar harus diperhatikan dan menjadikan prioritas," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat konferensi pers hasil ratas.

Retno juga mengatakan mengenai kedaulatan dan hak berdaulat harus terus terpelihara. Dia menyatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat besar, wilayah darat dan juga lautnya besar dan dua pertiga dari wilayah Republik ini terdiri dari air atau laut.

"Sejak awal perhatian pemerintahan Presiden Jokowi pada perkembangan wilayah terluar. Kali ini perhatian presiden ada di pulau Natuna sebagai salah satu wilayah atau pulau terluar di Indonesia," kata Retno.

Menlu mengungkapkan, dalam ratas yang diadakan di tengah laut, Presiden sudah mendengarkan paparan dari semua menteri dan menyampaikan beberapa pesan atau arahan. Yakni pengembangan perikanan dan migas di Natuna.

"Dari Pak Menteri ESDM (Sudirman Said) diperoleh informasi bahwa di perairan sekitar Natuna terdapat sekitar 16 blok untuk migas. Dari jumlah itu,  lima blok sudah berproduksi dan 11 sedang bereksploitasi," katanya.  (ts)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: