
Nusanews.com - Sambutan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada saat pembukaan Jakarta Fair 2016 disebut berbau kampanye.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat memberikan sambutan yang mewakili pemerintah pusat pembukaan Jakarta Fair 2016 di Kawasan Kemayoran, Jakarta Utara.
Tjahjo menyebut ada unsur kampanye dalam pidato Ahok malam itu.
"Pidato tadi itu sedikit kampanye," ujar Tjahjo, Jumat (10/6/2016).
Kendati begitu, ia juga memuji Ahok yang menurutnya memiliki konsep bagus mengenai Jakarta.
"Itu bukan sekadar kampanye, tetapi beliau memang punya konsep Jakarta yang melayani dan indah," imbuhnya.
Menurutnya, Jakarta bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, namun juga kota yang memiliki beragam inovasi.
"Bukan sekadar kota pemerintahan, tetapi kota berbudaya, kota transit dan kota pendidikan, serta ibu kota negara yang ramah dengan beragam inovasi," jelasnya.
Tjahjo mengingatkan dan berharap Ahok bisa bekerjasama dengan seluruh pemimpin lapisan terdekat dengan masyarakat agar bisa mengorganisir massa dalam mewujudkan Jakarta bersih.
"Ke depan, semoga Gubernur DKI Jakarta bersama seluruh aparatur pemerintah provinsi hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat, RT/RW, bisa bergerak beriringan dan mengorganisir masyarakat untuk mewujudkan Jakarta yang bersih dan melayani," tandasnya.
Ahok yang ketika itu hadir pula dalam pembukaan Jakarta Fair 2016, hanya diam saat para tamu bertepuk tangan atas sambutan yang diberikan oleh Mendagri.
Sebelumnya, Ahok memberikan sambutan dalam acara tersebut dan memaparkan sejumlah program yang kini tengah digodok dan direalisasikan Pemprov DKI.
Sejumlah program tersebut mulai dari rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT), pembangunan tanggul, pelebaran trotoar sepanjang 7 km di ruas Bundaran HI-Sarinah, pengadaab pelayanan ramah bagi kaum difabel, serta pembangunan Rumah Sakit Kanker, Stroke dan Penyakit Otak. (ts)

