
Nusanews.com - Anggota Komisi IX DPR RI Roberth Rouw menegaskan bahwa pengawasan pemerintah terhadap peredaran vaksin tidak berjalan dengan baik. Hal itu diketahui melalui terbongkarnya pabrik pembuat vaksin palsu, di kawasan Tangerang oleh Bareskrim Mabes Polri, Selasa (21/6).
“Berarti kan pengawasan pemerintah BP POM dan Dinas Kesehatan tidak jalan, kalau sampai selama ini bisa beredar dimana-mana,” kata Roberth, di Jakarta, Jumat (24/6).
Menurut dia, peristiwa itu menjadi perhatian komisi untuk menanyakan bagaimana fungsi pengawasan pemerintah terhadap penyebaran obat-obatan, terutama yang dikonsumsi bayi.
“Itu menjadi satu pertanyaan besar. Fungsi pengawasan pemerintah itu sangat lemah,” ujar dia.
Tidak hanya lemah dalam pengawasan peredaran obat-obatan seperti vaksin, pemerintah juga dinilai lemah terhadap keberadaan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.
“Kita lihat sekarang tentang tenaga kerja asing, begitu masuk (Indonesia) tidak dikontrol. Harusnya dia kerja di Jawa barat, dia bisa di Kalimantan, kan pelanggaran aturan. Dia masuk sebagai turis karena bebas visa dia bekerja,” pungkasnya. (akt)

