
Nusanews.com - Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menggelar silaturahmi bersama ribuan relawan pendukungnya di Senayan, Jakarta, Minggu (24/7) malam. Di hadapan relawannya, Jokowi menceritakan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini. Khususnya di bidang ekonomi di mana kondisi ekonomi dunia belum sepenuhnya pulih.
Negara-negara maju tak mampu membangkitkan ekonomi yang terpuruk sejak beberapa tahun terakhir. Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia termasuk beruntung bisa bertahan di tengah gejolak perlambatan ekonomi dunia. Apalagi hampir semua negara tidak bisa lolos dari tekanan krisis ekonomi.
"Insya Allah tahun ini, semester ini, ekonomi kita titik baiknya sekarang," ujar Jokowi.
Agar ekonomi nasional bisa tumbuh di tengah perlambatan ekonomi dunia, Jokowi mengklaim pemerintahannya mulai menyelesaikan satu per satu aturan dan regulasi yang membuat ekonomi bergerak lamban. Dia mengaku banyak belajar dari kondisi ekonomi Yunani, China dan sebagian negara Eropa lain yang ambruk karena kesalahan kebijakan.
"Percepatan regulasi sangat penting sekali karena korbannya adalah masyarakat kalau percepatan tidak bisa dilakukan," ucapnya.
Salah satu langkah untuk mendorong roda perekonomian tetap berputar cepat adalah menggenjot pembangunan infrastruktur. Dalam hal pembangunan infrastruktur, Jokowi mengaku selama ini Indonesia jauh tertinggal dibanding negara lain. Pemerintahannya mengklaim terus menggenjot pembangunan infrastruktur tidak hanya di Jawa, tapi juga Maluku, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta semua pihak ikut mengawasi percepatan pembangunan infrastruktur. Jokowi tidak ingin ada yang 'memainkan' proyek.
"Jika ada yang main-main masalah pembebasan tanah. Detik itu juga akan saya tindaklanjuti, dan saya pastikan itu. Kita tidak mau lagi ada jalan tol yang mangkrak, pasti ada yang main-main. Rakyat tahu ini dimanin-mainin. Kalau bener ada yang main main, akan saya gebuk saat itu juga. Tanpa keberanian seperti itu sulit kita untuk bersaing," tegasnya.
Jokowi mengingatkan, tanpa perombakan dan keberanian, jangan berharap Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Menurutnya, saat ini Indonesia diberi momentum untuk bangkit dari keterpurukan. Sehingga, dengan segala cara dan terobosan harus dilakukan agar bisa tinggal landas. (mdk)

