logo
×

Minggu, 31 Juli 2016

Melempem setelah Dapat Jabatan, Fadjroel Disamakan dengan Dita

Melempem setelah Dapat Jabatan, Fadjroel Disamakan dengan Dita

Nusanews.com - Politisi Yusril Ihza Mahendra menyebut aktivis politik Fadjroel Rahman melempem setelah mendapat jabatan. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut bahkan meramal nasib Fadjroel bakal sama dengan Dita Indah Sari.

Komentar Yusril tersebut terkait sambutan hangat Fadjroel Rahman kepada Sri Mulyani ke dalam Kabinet Kerja. Padahal, sebelumnya, Fadjroel termasuk dalam barisan pengkritik Sri Mulyani di Era Sosilo Bambang Yudhoyono (2004-2014).

“Nanti nasib @fadjroeL bakal sama dg dita indahsari. Galak2 jd aktivis, mlempen ktk dikasi jabatan. Habis itu redup,” cuit Yusril di akun Twitter pribadinya yang dipantau Minggu (31/07/2016).

Dita Indahsari yang dimaksud Yusril adalah aktivis buruh yang sangat vokal. Seperti Fadjroel, Dita juga sempat dipenjara Rezim Soeharto. Dita kemudian masuk ke lingkaran kekuasaan sebagai staf ahli sekaligus juga juru bicara Menakertras Muhaimin Iskandar di era SBY (2009-2014). Sejak saat itu, nama Dita meredup sebagai seorang aktivis yang memperjuangkan hak-hak buruh.

Sebelumnya, sambutan terbuka Fadjroel Rahman, yang kini menjabat Komisaris Utama BUMN PT Adhi Karya terhadap Menteri Keuangan yang baru Srimulyani menuai reaksi negatif dari sejumlah Netizen.

Jelang diumumkannya reshuffle Kabinet Kerja jili II, tokoh anti korupsi ini melalui akun twitternya menyambut Managing Director Bank Dunia itu sebagai Menteri Keuangan yang baru .

"Welcome Back our Finance Minister Sri Mulyani Indrawati! Yes..Work..Work..Work! Rabu (27/7)", tulis pemilik akun @fadjroel, Rabu (27/7/2016).

Membaca cuitan Fajroel tersebut, netizen ramai-ramai melontarkan kritik keras terhadap Fajroel. Salah satu dari mereka menuding Fadjroel amnesia. Bahkan netizen mengingatkan kembali kritik kerasnya terhadap Sri Mulyani yang kerap ia lontarkan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu. (rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: