
Nusanews.com - Pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai merasa khawatir ketika hasil poling beberapa kali belakangan ini, selalu dimenangkan oleh Yusril Ihza Mahendra.
Kecemasan tersebut tampak ketika opini yang dibangun oleh para pendukung Ahok, yang biasa disebut Cebongers atau Ahokers dengan membuat opini yang isinya dan tujuannya sama, agar Partai yang belum menetapkan pasangan calonnya lebih memilih kader dari internal mereka sendiri, dan tidak memilih Yusril.
Yusril sendiri dalam pengakuannya, beberapa kali mengatakan jika memang nantinya partai bergabung dan memilih calon lainnya, Yusril akan mengundurkan diri dan ikut bergabung bersama.
Bahkan Yusril mengeluarkan pernyataan jika sebelumnya dirinya tidak berminat untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, namun kali ini maju karena adanya alasan yang sangat mengganggu stabilitas nasional.
“Kalau tidak ada yang saya anggap masalah yang serius untuk perkembangan bangsa dan negara kedepan, saya tidak akan maju untuk pilgub DKI. Selama ini kan ditawari jadi menteri saja saya enggak mau, apalagi jadi Gubernur,” tulis Yusril dalam salah satu foto yang diunggah ke Sosial Media.
Menurut Ajeng Cute, selaku Ketua Umum Jempol Rakyat, kelompok yang selalu mengkritik pemerintahan baik yang dipimpin oleh Ahok maupun Jokowi, persoalan serius di Jakarta memang sudah sangat perlu penanganan secara serius.
“Ahok memang tidak boleh dibiarkan (memimpin) lihat saja, larangan pemotongan hewan kurban pada hari idul adha, soal jilbab untuk siswi, bahkan yang terbaru soal larangan takbiran,” ujar Ajeng.
Larangan tersebut, justru berbalik dengan keinginan Ahok untuk melegalkan penjualan miras, termasuk ingin membangun tempat untuk prostitusi.
Belum lagi soal masuknya para pendatang haram dari negara China Tionghoa yang menempati berbagai apartemen yang tersebar di Jakarta, dan mereka dengan mudahnya mendapat KTP.
“Masih ingat kan penangkapan pekerja dari Cina (Tionghoa) di wilayah basis militer TNI AU, mereka ternyata tinggalnya di daerah PIK yang juga dikuasai oleh warga keturunan Cina,” bahkan Ajeng yakin jika memang banyak pemilik rumah di PIK justru bukan warga keturunan, namun berasal dari negara Cina.
“Ini yang mereka takutkan, ketika Yusril menjadi Gubernur Jakarta, karena mereka akan semakin sulit untuk bisa masuk ke Jakarta,” ujar Ajeng yakin.
Saat ini memang kelihatah jika para pendatang haram ini, semakin tidak terkontrol, bahkan pihak pemerintah sendiri, melalui Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan secara tidak langsung mendukung keberadaan pekerja dari negeri Cina Tionghoa ini.
Akhirnya beberapa hari belakangan ini, pihak Jempol Rakyat, selalu menyuarakan hestek yang mendukung Yusril untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Kami sebenarnya tidak terlalu banyak, hanya saja kami seakan menjadi pioner bagi warga yang juga tidak setuju dengan mereka berdua (Jokowi-Ahok),” ujar Ajeng yang menanggapi soal hestek yang selalu jadi Trending Topik Indonesia, alasannya karena banyak yang dari luar Jempol Rakyat, khususnya di DKI Jakarta juga ikutan memasang hestek di setiap postingan mereka.
“Cagub selain Ahok cukup bagus, namun bagi kami, Yusril masih lebih baik lagi untuk memimpin Jakarta,” ucap Ajeng, sambil menambahkan jika Yusril dibandingkan jauh lebih baik daripada Ahok.
“Para pendukung Ahok seharusnya sadar jika Ahok sebenarnya mengalami gangguan jiwa, dan itu diakui oleh Ahok sendiri, jika dirinya mengalami gangguan kejiwaan,” pungkas Ajeng yang mencurigai jika pendukung Ahok yang sering menyerang justru lebih labil dan terganggu emosi kejiwaannya. (pb)

