
Nusanews.com - Ribuan suporter Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya) yakni Bondo Nekat (Bonek), hingga kini masih bertahan di lokasi penampungan yakni Stadion Tugu, Jalan Pegangsaan II, Semper Koja, Jakarta Utara, Rabu (3/8).
Rencana pulang ke Surabaya pun dikabarkan batal, akibat Bonek merasa dibohongi oleh pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Tepantau, sejumlah Bonek yang ada di Stadion Tugu Koja mendadak emosi dan nampak mengeluarkan kata-kata kasar terhadap PSSI hingga kepolisian yang tengah berjaga-jaga.
Memutar-mutar spanduk dan syal hijau berlambangkan klub bola Surabaya ini, sejumlah Bonek bahkan mengaku akan melakukan aksi di Hotel Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, yang rencananya akan digelar lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.
"Serbu Ancol! Kami merasa ditipu! PSSI penipu! Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga RI) penipu!" ucap sejumlah Bonek yang emosi ke pihak kepolisian yang saat itu berajaga-jaga.
Emosi berkelanjutan yang diperlihatkan sejumlah Bonek, pihak kepolisian nampak bersiap-siaga mengenakan helm, alat pemukul, serta tameng untuk menghadang serta berupaya meredam para Bonek.
Melihat kesiapsiagaan pihak kepolisian, Bonek pun tak merasa gentar bahkan emosinya mengundang unit watercanon bersiap-siaga di lokasi.
"Ricuh ricuhin sekalian! PSSI bajingan!" teriak emosi salah satu suporter Persebaya ini.
Koordinator Bonek, Andi Peci yang secara tiba-tiba menghampiri Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Hyronimus Tifaona yang sedang berada di tenda yang berdiri di parkiran Stadion Tugu. Bolly nampak tenang akan kedatangan para Bonek yang menghampiri tenda penjagaan.
"Kami dapat informasi jika 12 anggota komite eksekutif PSSI telah diganti. Kami ini merasa dibohongi pak," jelas Andi.
Diketahui, sebelumnya salah satu anggota Komite eksekutif PSSI, Tonny Aprilani, datang ke Stadion Tugu dan bertemu sejumlah Bonek pada Selasa (2/8), emngutarakan janjinya akan memberikan surat pernyataan jika Persebaya akan kembali diikutsertakan pada kompetisi Liga Indonesia yang digelar pihak PSSI.
Dengan kata lain, jika anggota Komite Eksekutif telah diganti, surat pernyataan Tonny itu pun dinyatakan tak berlaku, sehingga Bonek pun emosi lantaran merasa dibohongi.
"Exco (executive comitee) yang lama sudah tidak berlaku lagi. Itu berarti kami semua ini dibohongi! kami ditipu!" jelas Andi di depan Bolly dan kepolisian lainnya.
Bolly pun hanya mendengarkan, sementara beberapa orang yang diketahui koordinator Bonek lainnya sibuk mengumpulkan massa dan bersiap menerebos pihak kepolisian agar bebas ke Hotel Mercure Ancol. Ratusan pihak kepolisian pun melakukan penghadangan terhadap aksi yang disinyalir akan terjadi kericuhan ini.
Tameng dan rotan pun dipersiapkan hingga membentuk barisan membentuk barisan. Suasana di lokasi kian memanas lantaran dihiasi penuturan caci maki dari Bonek untuk PSSI.
Daniel Bolly yang di lokasi langsung meredam kekecewaan Bonek dengan melobi koordinator Bonek. Diakui Bolly, tidak ada penipuan dalam penandatangan surat pernyataan tersebut.
"Sudah ada sembilan (Exco) yang tanda tangan, tapi tiga lagi anggota DPR RI. Jadi diketahui mereka belum hadir. Tidak ada penipuan atau pembohongan," jelas Bolly.
Negosiasi ini pun berlangsung hingga 15 menit, ini pun membuat sejumlah Bonek menyepakati, akan menunggu hingga pukul 14.00 WIB hari ini untuk mendapatkan kepastian dari kabar tersebut. Bolly pun menyakini pihak Bonek, jika tidak ada kabar, dirinya bersedia datang pada KLB PSSI.
"Dalam satu jam, kalau tidak ada kabar, saya saja yang akan datang ke sana (KLB PSSI)," tutur Bolly di lokasi negosiasi.
Suasana pun redam seketika. Namun, caci makian untuk PSSI, hingga ancaman para Bonek yang batal pulang ke Surabaya dan tetap bersikukuh menggeruduk Hotel Mercure Ancol pun, masih menghiasi suasana di Stadion Tugu Koja. Polisi pun masih melakukan penjagaan ketat baik di dalam dan diluar Stadion Tugu. (tn)

