logo
×

Selasa, 02 Agustus 2016

Kisah ‘Polisi Internet’ di China; Pelindung Kekuasaan di Social Media

Kisah ‘Polisi Internet’ di China; Pelindung Kekuasaan di Social Media

Nusanews.com - Pemerintah China kembali akan memberangus kebebasan warganya di dunia maya. Setelah melarang akses beberapa situs barat, pihak Beijing kini berencana menempatkan polisi cyber di perusahaan-perusahaan internet besar.

Menurut laporan kantor berita Xinhua, pemerintah kini lebih berani dalam memperketat aturan soal internet. Biasanya otoritas hanya memberlakukan standar sensor dan mematikan layanan suatu website apabila dinilai menyalahi ketentuan, tetapi kini penegakan hukum lebih mengarah ke tindakan preventif.

Kementerian Urusan Keamanan Dalam Negeri akan menempatkan unit polisi khusus yang mengurusi lalu lintas informasi dan konten di dunia maya. Polisi cyber ini nantinya akan dipekerjakan di beberapa perusahaan internet vital. Meski pemerintah tidak menyebutkan perusahaan internet apa saja yang akan mendapat ‘kawalan’ polisi, namun kalangan media sudah bisa menerkanya. Hanya ada 3 perusahaan teknologi besar di China yaitu Alibaba (e-commerce),Tencent (game dan pesan singkat) dan Baidu (mesin pencari). Kemungkinan polisi-polisi cyber akan ditempatkan di 3 perusahaan ini karena ketiganya menguasai traffic paling besar dibandingkan pemain lain.

Pihak Alibaba sendiri memberi isyarat adanya kerjasama dengan kepolisian meski tidak mengutarakannya secara gamblang. “Kami punya prioritas yaitu menjaga kualitas dan keamanan produk supaya konsumen kami terlindungi,” demikian pernyataan resmi juru bicara perusahaan. Sementara Tencent dan Baidu menolak berkomentar soal pemberitaan media.

Pemerintah China memang sangat protektif dalam mengelola arus informasi yang beredar di internet. Mereka tidak ingin ada konten yang mendiskreditkan pemerintah ataupun rumor yang berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Beberapa perusahaan internet besar yang sudah merasakan sulitnya menembus tembok China antara lain Facebook dan Google. (ln)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: