
Nusanews.com - Menjelang pemilihan kepala daerah secara serentak di Indonesia, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengajak semua partai politik di Indonesia untuk menerapkan politik tanpa mahar bagi calon kepala daerah.
"Politik mahar bagi NasDem tidak bagus untuk pendidikan politik. Proses pendidikan politik harus diperankan secara sungguh-sungguh, karena kedudukannya strategis luar biasa ada di partai politik sebagai pilar kekuatan demokrasi dan sistem bertatanegaraan," kata Surya Paloh kepada wartawan usai acara Pelantikan Ketua DPW Partai NasDem di gedung JX International, Jalan A Yani, Surabaya, Minggu (14/8/2016).
Ia menegaskan, Partai NasDem terus mendorong dan membuat gerakan politik tanpa mahar.
"Kalau ada semangat membangun politik tanpa mahar, NasDem enggak boleh dibiarkan sendiri dari waktu ke waktu. Lama-lama berpikir, jangan-jangan dia yang salah enggak menerima mahar," tuturnya.
Paloh menegaskan, dirinya mendukung politik mahar apabila dilegalkan dan partai politik sekaligus membuat tarif mahar untuk bisa maju sebagai kepala daerah melalui partai politik tersebut.
"Ya legalkan saja kalau begitu. Tarif dari partai ini sekian untuk bisa mencalonkan diri. Nah itu lebih mantap. Ini tidak dilegalkan tapi di belakang nggak dapat kursi," jelasnya.
"Ya sekalian saja dibikin tarif dan transparan. Jadi bukan mahar lagi kalau dilegalkan, tapi memang menjadi persyaratan resmi," tandasnya. (dtk)

