
Nusanews.com - Kanselir Austria Christian Kern mengeluhkan perusahaan multinasional seperti Starbucks dan Amazon yang beroperasi di Austria yang menerima insentif pajak bahkan ‘lebih kecil dari gerai sosis’.
“Setiap kafe, setiap gerai sosis bahkan membayar pajak lebih tinggi daripada perusahaan multinasional yang beroperasi disini,” kata Kern seperti dikutip media lokal Der Standard.
Kanselir yang baru diangkat pada Mei lalu ini selanjutnya menunjukkan dukungannya terhadap tindakan Komisi Eropa yang memerintahkan Apple untuk mengembalikan insentif pajak yang diberikan pemerintah Irlandia kepada raksasa komputer tersebut sebesar USD 13 miliar.
Menurut komisi, pemberian pajak dari pemerintah Irlandia kepada Apple dianggap menyalahi ketentuan perpajakan Uni Eropa. Sedangkan, Dublin membela kebijakannya tersebut yang ditujukan untuk menekankan angka pengangguran dan mengundang investasi asing.
Sementara itu, Apple menyatakan akan mengajukan banding dan mengkritisi keputusan tersebut sebagai ‘tindakan politik sampah’.
Kern juga mengkritisi Negara-negara Eropa yang memberikan insentif pajak berlebihan kepada perusahaan multinasional dan mendeskripsikannya sebagai ketidaksolideran.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa perusahaan seperti Google dan Facebook seharusnya membayar pajak yang lebih besar dan menekankan volume penjualan mereka di Austria yang masif dengan jumlah pegawai yang sedikit.
“Mereka menyerap penjualan iklan yang sangat besar namun tak membayar pajak korporasi dan juga pajak iklan disini,” kata Kern. (rn)

