logo
×

Kamis, 08 September 2016

DPRD DKI Ancam Polisikan Satpol PP Pemukul Politisi Gerindra

DPRD DKI Ancam Polisikan Satpol PP Pemukul Politisi Gerindra

Nusanews.com - Sekertaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif, disarankan agar melaporkan aksi pemukulan oleh satpol PP saat penggusuran Rawajati ke polisi. Syarif mengaku dipukul oleh seorang petugas Satpol PP saat kisruh Rawajati, beberapa waktu lalu.

"Saya sebagai pimpinan Komisi A menganjurkan Pak Syarif lapor Polisi," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Riano P. Ahmad saat dihubungi, Kamis (8/09/2016).

Riano menepis dikatakan emosi karena peristiwa pemukulan yang dialami anak buahnya itu. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan sebagai efek jera, dan petugas Satpol PP ke depannya tidak lagi berlaku semena-mena.

"Karena yg dihadapi ini rakyat lho. Kenapa saya menyarankan agar Syarif melapor Polisi? Agar hal-hal seperti ini tidak terulang lagi," ungkap dia.

Seperti diketahui, setelah sepekan lebih pelaksanaan penggusuran Rawajati terungkap bahwa telah terjadi pemukulan terhadap beberapa warga termasuk Syarif yang saat itu ada di lokasi oleh petugas Satpol PP.

Namun, Syarif mengatakan, tidak mempermasalahkan pemukulan yang dialaminya. Ia juga tidak akan melaporkan orang yang memukulinya.

"Saya ada di situ untuk mewakili warga bernegosiasi. Kami tidak mempermasalahkan penataan. Tapi harusnya diberi waktu, enggak usah pakai kekuatan. Sehingga tidak perlu ada warga yang kakinya retak dan giginya copot," ujar Politisi Gerindra itu, Rabu (7/09/2016).

Kepala Satpol PP DKI Jupan Royter membenarkan pemukulan yang dilakukan anggotanya terhadap Syarif.

Dia juga telah mengantongi identitas pemukul Syarif. Kata dia, anggota Satpol PP itu berinisial EP. (rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: