
Nusanews.com - Pengangkatan Wakapolri Komjen Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelejen Nasional (KaBIN) dan rencana pengangkatan kembali Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo di kritik.
Putri Presiden Pertama RI Soekarno, Rachmawati Soekarno hal itu semakin membuktikan bahwa rezim Jokowi-JK mabuk kekuasaan dan antikritik.
"Ini benar-benar tidak peduli kritik dari rakyat. Tetap saja orang-orang yang bermasalah seperti Budi Gunawan (BG) diangkat sebagai Kepala BIN, dan Arcandra Tahar konon akan diangkat lagi menteri, padahal rakyat tahu keduanya tidak layak," jelas dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Jumat petang (9/9).
BG tidak layak karena masih menyandang status tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sementara Arcandra berkewarganegaraan ganda.
"Bahkan bukan tidak mungkin yang bersangkutan sebagai agen asing. Apa Jokowi memang sengaja membuka kedok bahwa dirinya memang bekerja untuk asing alias proxy, maka tidak salah jika Indonesia kini sudah di tepi jurang malapetaka," jelasnya.
Tokoh politik nasional ini menyayangkan sikap Jokowi. "Sia-sia para founding fathers bersusah payah menegakkan Indonesia merdeka dan berdaulat. Sekarang melalui pola Soekarno to kill Soekarnoisme lewat anak biologis dan pesuruhnya menyerahkan kedaulatan negara ketangan asing melalui grand design de-Soekarnoisasi jilid 2," demikian Rachmawati. (rmol)

