
Nusanews.com - Pakar digital marketing, Anthony Leong meminta Presiden Jokowi untuk berhati-hati apabila jadikan miliarder China Jack Ma sebagai penasihat e-commerce. Menurut pengusaha muda itu, hal itu dikhawatirkan mengancam kelangsungan ekosistem industri start up (rintisan) lokal.
Ia menegaskan industri startup Indonesia jangan sampai dikuasai oleh Jack Ma. Di Indonesia, Jack Ma melalui perusahaannya, Alibaba Group, telah menguasai Lazada.
“Jika mau jadi penasihat boleh saja. Akan tetapi harus sebatas mengarahkan, bukan menguasai. Jangan sampai jaringan startup China membunuh startup lokal kita,” tegas fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu.
Anthony sepakat bila yang dikedepankan ialah pengolaborasian atau bersinergi satu sama lain, tetapi dengan catatan jangan sampai pengusaha startup di tanah air juga jadi pecundang.
“Sinergi harus dikolaborasikan. Ekspansi diiringi sinergi itu lebih fair. Startup Indonesia tetap harus dipegang oleh kita sendiri. Meski ada nama besar bukan berarti mereka dengan suka hati menguasai perekonomian Indonesia,” kata Anthony yang juga Komisaris PT Indo Menara Digital itu.
Sebab, ada isu yang kian mencuat ke atas bila cenderung bisanya hanya jadi penasehat itu kesannya ada niatan "merampok" uang Indonesia. Jika hal ini terjadi, imbasnya juga akan membuat defisit neraca perdagangan Indonesia.
“Start up lokal juga sama, harus ada daya juang. Bila tidak ya Industri kita hanya akan digempur platform startup dari luar. Indonesia banyak startup yang berkompeten. Jangan sampai kinerja selama ini sia-sia kalau ada dominasi dari luar," tutup Anthony. (si)

