
Nusanews.com - Jika Presiden Joko Widodo kembali mengangkat Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM atau jabatan lain, hal itu jelas akan melukai hati rakyat dan juga mempermalukan Jokowi sendiri.
Pendapat itu disampaikan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, menanggapi pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang memberikan sinyal bahwa Arcandra akan duduk kembali di kursi Menteri ESDM.
“Bila @jokowi angkat kembali Arcandra sebagai menteri ESDM atau jabatan lain, hal itu jelas melukai hati publik dan mempermalukan Presiden sendiri,” tegas Syamsuddin Haris melalui akun Twitter @sy_haris.
Sindiran menarik juga dilontarkan Syamsuddin terkait sosok Arcandra Tahar (AT). “Kenapa AT begitu istimewa? Kita tanya kepada rumput yang bergoyang,” tulis @sy_haris.
Diberitakan sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla mengatakan ada kemungkinan Arcandra Tahar kembali menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Ada pasti (kemungkinan menjadi menteri kembali). Tapi nanti Presiden yang jawab,” ujar JK seperti dikutip cnnindonesia (08/09).
Soal kewarganegaraan Arcandra, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly mengatakan, pemerintah telah mengukuhkan Arcandra sebagai WNI sejak awal September 2016, sehingga status kewarganegaraan Arcandra hanya satu.
“Demi asas perlindungan maksimum, dan tidak boleh stateless kami keluarkan surat keputusan penetapan namanya (Arcandra) jadi warga negara Indonesia sejak 1 September,” kata Yasonna (07/09). (it)

