
Nusanews.com - Ketua Umum Fota Center, Fonda Tangguh, memberikan tanggapan dan klarifikasi atas beredarnya kliping pemberitaan yang memuat foto mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, ketika menyematkan jaket kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dalam sebuah acara.
"Dalam kesempatan ini, saya perlu jelaskan agar tidak ada kesimpangsiuran berita di masyarakat. Beredarnya foto-foto tersebut di ranah media sosial, telah mencemarkan nama baik Abah (Dahlan Iskan-Red)," kata Fonda, di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (5/10).
Menurut Fonda, dirinya mengklarifikasi soal foto-foto yang beredar merupakan dokumentasi acara dari LSM Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara dan Pengusaha (BPI KPN-PN).
"Saat itu, BPI KPN-PN menggelar acara kursus singkat Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) data tindak pidana korupsi di Surabaya. Persisnya saat itu pada 24-26 Februari 2016. Kebetulan, saya merupakan wakil sekjen BPI KPN-PN," lanjut dia.
Saat itu, lanjut Fonda, dirinya sempat mengundang Dahlan Iskan untuk datang dan meminta untuk menjadi Dewan Penasehat BPI KPN-PN.
"Beberapa kali saya datang dengan setengah memaksa beliau di rumahnya agar hadir pada acara itu. Abah hadir untuk memenuhi undangan saya," jelasnya.
Namun, kata Fonda, di tengah-tengah acara, dirinya kaget karena tiba-tiba Dahlan Iskan diminta menyematkan jaket BPI KPN-PN kepada Dimas Kanjeng. "Padahal, di rundown tidak ada acara penyematan jaket untuk Dimas Kanjeng. Jadi, saat itu Abah diminta secara spontan," tegasnya.
Lebih lanjut Fonda mengatakan, dirinya juga tidak mengetahui bahwa Dimas Kanjeng datang di acara Pulbaket. Dalam kesempatan ini, Fonda juga memastikan, antara Dimas Kanjeng dan Dahlan Iskan tidak saling mengenal, karena baru bertemu di acara tersebut. "Saya benar-benar menyesal. Dengan hati yang tulus, saya meminta maaf pada Abah," imbuhnya.
Fonda mengaku telah mengundurkan diri dari LSM BPI KPN-PN secara resmi pada Juli 2016 lalu, dengan alasan kesibukan dalam kegiatan sosial kemanusiaan di bawah bendera Fota Center. Hal yang sama, kata dia, juga dilakukan oleh Dahlan Iskan.
"Jadi, saya sudah tidak ada kaitan dengan BPI KPN-PN hingga belakangan ramai kasus Dimas Kanjeng ditengah masyarakat," kata Fonda. (bs)

