Nusanews.com - Sejumlah oknum prajurit TNI bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Bahkan, beberapa prajurit terlibat kasus pembunuhan dua pengikut Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, yakni Ismail Hidayat dan Abdul Gani.
Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin, kesal dengan oknum-oknum TNI yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng.
"Mau jenderal mau kopral, itu otaknya enggak dipakai. Saya tahu itu siapa saja. Otaknya enggak dipakai," ujar Tubagus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2016).
"Sampai ada letnan kolonel bahkan kolonel yang terlibat pembunuhan, angkatan darat, laut, udara, sudah kayak operasi gabungan. Kesimpulannya enggak ada yang untung, uangnya tuh masuk ke Dimas Kanjeng semua," jelasnya.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu juga terheran-heran ketika seorang Marwah Daud yang tak lain adalah intelektual beralih jadi pengikut setia Dimas Kanjeng. Menurutnya, siapa pun yang jadi pengikut Dimas Kanjeng tak menggunakan logika berpikir jernih.
"Kalau ada intelektual percaya, itu ilmu doktornya enggak dipakai. Kalau ada perwira yang ikut, kualitas perwiranya diragukan," sindirnya.
Markas Besar Polri membenarkan adanya oknum anggota TNI yang diduga terlibat kasus pembunuhan dua pengikut Dimas Kanjeng. Dua pengikut Taat Pribadi yang tewas bernama Ismail dan Abdul Gani. (ok)

