
Nusanews.com - Surat Al Maidah 51 merupakan ayat suci yang tidak perlu diseret-seret ke gelanggang politik. Apalagi oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tidak mengimani Al Quran.
Penegasan itu disampaikan pengamat politik Masnur Marzuki melalui akun Twitter @MasnurMarzuki. Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini menilai, setelah Ahok menyoal Surat Al Maidah ayat 51, elektabilitas Ahok akan terjun bebas hingga hari H Pilkada DKI 2017.
“Terlepas dari anggapan pelecehan ayat suci atau bukan, elektabilitasnya akan terus terjun bebas hingga hari H. Itu konsekwensi politiknya,” tegas @MasnurMarzuki.
“Saya kira mungkin Ahok ngelanturnya karena terhenyak mengingat elektabilitasnya terus kian hari kian melorot. Akibatnya Ahok panik dan akhirnya pakai jurus mabok mengomentari apa yang seharusnya tak perlu dikomentari sebagai pejabat publik,” kata Masnur seperti dikutip sindonews (07/10).
Terkait “perang” isu SARA yang dilontarkan Ahok, Masnur berharap pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak menggunakan isu SARA. “Publik sudah cerdas memahami komunikasi publik elit. Semoga dua pasangan di luar Pak Ahok tidak usah ikut-ikut mengomentari isi Bibel,” tulis @MasnurMarzuki.
Di sisi lain, Ahok membela diri bahwa pernyataannya seperti diunggah di situs Youtube telah “dimainkan” oleh lawan politik. “Itu lawan politik mainin, kamu lihat konteks videonya di Youtube menyeluruh. Sudah, enggak usah diomongin dulu lah” kata Ahok (06/10). (it)

