
Nusanews.com - Pengamat politik Yunarto Wijaya menilai pernyataan Cagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 akan menjadi beban bagi Ahok secara elektoral.
Melalui akun Twitter @yunartowijaya, Direktur Eksekutif Charta Politica ini menegaskan: “Saya gak berani masuk ke wilayah agama, tapi secara politik, statement Ahok kali ini jelas blunder yang bakal jadi beban secara elektoral…”
Diberitakan sebelumnya, Pemimpin Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali (Denny JA), mengungkapkan hasil survei Lingkaran Survie Indonesia (LSI) terkait Pilkada DKI 2017. Menurut Denny JA, Pilkada DKI 2017 akan head to head, karena hanya diikuti oleh dua pasangan calon. “Survei LSI besok, Jumat jam 13.00. Head to head, 2 pasang saja: Ahok sudah dikalahkan Anies. Ahok sudah dikalahkan Agus,” tulis Denny JA di akun Twitter @DennyJA_WORLD.
LSI sempat merilis hasil survei yang menunjukkan anjloknya elektabilitas calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Elektabilitas Ahok turun dari 59 persen pada Maret menjadi 31 persen pada Oktober. Penurunan ini diduga sebagai bentuk ketidaksukaan masyarakat Jakarta atas kebijakan Ahok yang dianggap gampang menggusur orang kecil.
Selain LSI, dua lembaga survei lain juga mendeteksi merosotnya “perolehan suara” Ahok di ajang Pilgub DKI 2017. Dua lembaga survei itu yakni PolMark Research Center (PRC), dan Media Survei Nasional (Median).
Berdasarkan hasil survei terbaru PolMark Reseacrh Center (PRC), PolMark Indonesia, pada Oktober 2016, elektabilitas Ahok mengalami penurunan sebesar 10,8 persen dalam rentang waktu Juli hingga Oktober 2016.
Sedangkan survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan, tingkat elektabilitas Ahok menurun. Dari awalnya mencapai 50 persen di Desember 2015 menjadi 34,2 persen di September 2016. (it)

