logo
×

Kamis, 06 Oktober 2016

Pria ini Selundupkan Barang untuk Anak Korban Perang Suriah, Lihat yang Dibawanya. Mengejutkan!!

Pria ini Selundupkan Barang untuk Anak Korban Perang Suriah, Lihat yang Dibawanya. Mengejutkan!!

Nusanews.com - Sampai saat ini, Suriah masih menjadi daerah konflik.

Perang besar banyak meluluhlantakkan bangunan, rumah, hingga nyawa tak berdosa.

Dan karena hal ini pula, anak-anak kecil yang tidak bersalah pun menjadi korban.

Padahal sejatinya anak-anak berhak untuk mendapat perlindungan dan bermain.

Hal ini ternyata mengusik hati seorang pria yang juga bapak beranak enam.

Ia akhirnya memutuskan untuk berbuat sesuatu bagi anak-anak di kota Aleppo, Suriah.


Bukan menjadi pejuang atau tenaga medis, Rami Adham yang tinggal di Finlandia sejak tahun 1989 ini berhasil membuat banyak orang di dunia terenyuh karena kelakuannya.

Dilansir dari Independent.co.uk, selama 5 tahun belakangan Rami mencoba untuk menyelamatkan hidup anak-anak di Suriah.

Cara kepeduliannya pada anak-anak pun unik.

Ia mengumpulkan donasi demi membelikan mainan untuk anak-anak di Suriah.

Bapak berumur 44 tahun ini telah berjasa menghibur anak-anak dengan berjuang mengumpulkan mainan sejak perang ini mulai.

Mainan itu pun kebanyakan ia bawa sendiri, dengan menggunakan karung yang besar.

Tak jarang mainan itu begitu berat, bahkan bisa sampai 80 kilogram.

Selain berat, ia juga harus membawa karung itu di tengah bom, rudal, serangan darat dan udara di Suriah.

Selama lima tahun belakangan ini, ia telah mendatangi 28 tempat dan membagikan mainan secara cuma-cuma pada anak-anak yang kehilangan rumah dan keluarga.

"Mainan itu penting," ucap Rami.


"Sekarang, nasib anak-anak di Suriah sangat dekat dengan maut dan ketakutan melanda di sekeliling mereka. Mainan bisa jadi penghibur," sambungnya.

Dan bulan lalu, ia membuat Go Fund Me, yaitu gerakan yang mengajak banyak orang menyumbangkan dana untuk pembelian mainan.

Sebulan setelahnya, ia berhasil mendapatkan lebih dari 30.000 euro atau sekitar 437 juta rupiah.

Karena kegiatannya ini, ia sampai dijuluki 'si penyelundup mainan'.

Hal itu tak lain karena ia harus mengendap-endap dan memikirkan berbagai cara untuk masuk ke sebuah pemukiman yang di sana terdapat anak-anak, juga harus menghadapi bahaya karena banyak jalan di Aleppo ditutup karena perang.

"Sepertinya saya pun tak bisa berhenti dari pekerjaan ini, dan hanya bisa pulang lewat jalur khusus," ujarnya.

"Jadi saya meminta tolong kepada siapa pun yang tergerak hatinya untuk menolong saya dan gerakan yang saya prakarsai ini," pintanya.

Pekerjaannya pun berkembang tak hanya membagikan mainan saja.

Setelah 12 hari berkeliling Suriah, ia berencana untuk membangun sekolah di kamp pengungsian.

Sampai sejauh ini, terdapat 400 orang yang sudah meninggal dunia karena perang. (tn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: