
Nusanews.com - Yusril Ihza Mahendra mengklarifikasi soal pemberitaan mengenai dirinya yang mengatakan jika Yusril Ajak Relawan untuk mendukung Ahok di Pilgub DKI mendatang.
Melalui akun Facebook pribadinya Yusril mengatakan jika pemberitaan tersebut adalah fitnah dan bohong yang telah memutar balikkan fakta sbenarnya.
"Ini berita bohong, isinya memutar balikkan fakta, Sindosatu.com situs hoax" ungkap yusril.
Berita fitnah yang dibuat oleh situs tersebut adalah sebagai berikut:
___
Akhirnya Yusril Ajak Relawan Dukung Ahok Usai di PHP Oleh Gerindra…
Sindosatu,com : Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra akhirnya gagal diusung partai politik yang sebelumnya akan mengusung dan mendukungnya untuk maju melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Namun, sayangnya, pada detik-detik terakhir, saat pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, sepakat 4 partai politik sepakat mendukung Agus Harimurti dan Wakilnya Sylviana Murni di Pilkada DKI Jakarta 2017
Pada esok harinya, Gerindra dan PKS tak lagi ikut bergabung dengan Cikeas. Gerindra dan PKS justru membentuk koalisi sendiri yakni Koalisi Kartanegara dan memutuskan memilih Anies Baswedan sebagai calon Gubernur dan Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur.

Dengan demikian, Yusril Ihza Mahendra pun gagal dicalonkan sebagai bacalon gubernur DKI yang tadinya ingin melawan bahkan mengalahkan Ahok dalam pilkada DKI 2017.
Bahkan, Yusril mengaku telah menyiapkan amunisi untuk siap mengalahkan Ahok di Pilkada DKI 2017. Puluhan posko relawan telah diresmikan oleh Yusril, Namun, lagi-lagi Yusril tak kebagian tiket parpol untuk diusung sebagai bakal cagub.
Setelah tidak didukung Gerindra, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra merapat ke kubu Ahok. Dirinya mengajak para relawan untuk mendesak PDIP segera memberikan dukungan ke Ahok.
Sikap Yusril, menurutnya, jika kemungkinan itu terjadi, Pilgub DKI justru akan menjadi pertarungan sengit.
“Bagi saya, PDIP ikut usung Ahok bersama Hanura, Nasdem dan Golkar akan makin bagus. Biar Pilgub DKI nanti seperti David melawan Golliath hehehe,” tulis Yusril di Twitter pribadinya @Yusrilihza_Mhd, seperti dilansir dari jitunews.com, Jumat (29/7/2016).
Dijelaskan, bahwa pernyataan Yusril itu menjawab cuitan pemilik akun @humaira979. Kala itu, Humaira memposting berita Ahok satu mobil bersama Jokowi dan Megawati saat menghadiri Rakernas Partai Golkar, Kamis (28/7/2016) malam.
“Sakitnya tuh di sini…@Yusrilihza_Mhd @Masinton @AdianNapitupulu,” tulis Yusril ajak relawan dukung Ahok, Benarkah? pemilik akun @humaira979.
Dan, Yusril pun langsung membalas mention dari followers-nya tersebut. “Gak sakit Boss. Bagi saya, makin PDIP usung Ahok makin bagus. Dorong aja biar PDIP segera putuskan usung Ahok,” cuit Yusril.
Yusril justru kembali menyarankan agar partai maupun relawan pendukung ikut mendesak PDIP untuk segera bersikap.Artinya mengusung dan mendukung Ahok sebagai calon petahana di Pilgub DKI.
“Bagus juga jika pendukung setia Ahok desak PDIP segera putuskan usung Ahok, agar posisi Ahok makin kuat maju Pilgub DKI,” ujar Yusril dalam cuitan tweitternya.
Kini, Do’a dan dukungan Yusril untuk sesama orang Riau yakni Ahok, benar-benar jadi kenyataan. Ibu Megawati akhirnya ketok palu mendukung dan mengusung Basuki Tjahja Purnama dan Djarot Saiful Hidaya, yang tersohor dengan paket “Ahok-Djarot” alias BADJA.
Kini, Pilkada DKI akan diikuti tiga pasang calon, yaitu Ahok-Djarot, Anies-Sandiaga dan paslon Agus-Sylviana. Ketiganya telah resmi mendaftarkan diri diKPUD DKI. Timses telah dipersiapkan, begitu juga sosialisasi akan segera dilakukan setelah mendapat perintah dari KPUD.(*)
____
Atas klarifikasi Yusril soal pemberitan bohong diatas, netizen pun ikut berkomentar dan geram melihat berita fitnah yang dilakukan kepada Yusril Ihza Mahendra.
Hendra Heriawan: Dituntut saja media nya prof,, hukuman unt media abal abal dan pembelajaran bagi kita untuk menghadapi kaum kafir dan munafik,,, bila kita diam, mereka mungkin akan melakukan hal yang lebih besar lagi dalam melakukan penggiringan berita yang tidak benar.
Maximus Ferdinan: Syukurlah, bila ini adalah berita bohong. Namun yang menjadi pertanyaan saya, kenapa harus wait n see?
Kita menyadari bahwa pak yusril adalah seorang politikus yang kiprahnya tidak diragukan lagi. Namun bukankah kita inginkan politik yg bersih dan pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat jauh lebih penting dari sekedar kalah dan menang, maju atau tidak maju, sekarang atau nanti?.
Akan kah pak yusril menunggu calon yg mempunyai kemungkinan menang tertinggi? Tidak ada maksud saya menggurui pakarnya dalam berpolitik dan ahlinya dalam hukum pak yusril. Saya fikir #pribumiharusdisatukan.
Vita Vitriaulfa: Naudzubillahimindzalik .. keterlaluan banget si Ahok dan pendukung2nya.. memfitnah dan berbohong. Lebih parah lagi muslim pendukungnya.. kemana Alquran kalian bawa kalo kalian ngaku muslim?
Rudi Siswanto: sebaiknya di tuntut pembuat berita nya pak yusril. biar menjadi efek jera dan pembelajaran utk media lain.
Adrian Raffael: Udah kehabisan akal...segala cara di halalkan....naudzubillah....
Abdurachman Rangga: Sdh menghalalkan segala cara,,krn tau bakal kalah,,sampe Ahok melecehkan surat Almaidah,,ktanya Muslim dibohongi Alquran..gila gak saking panik nya Ahok Takut sama AGUS DAN SILVY

