
Nusanews.com - Suasana memanas aksi damai 4 November terasa usai pukul 18.00 WIB. Kericuhan pecah di depan Istana Negara. Sejumlah pengunjuk rasa bentrok dengan petugas kepolisian.
Hingga pukul 20.00 WIB, gas air mata melontar ke kerumunan pengunjuk rasa yang memilih bertahan di depan Istana Negara. Mereka berharap Presiden Joko Widodo mau menemui perwakilan pengunjuk rasa, meski pada sorenya sudah ada pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Aksi pembakaran juga terjadi. Polisi bergiliran menyerang demonstran. Mereka bergiliran menembakkan gas air mata ke arah demonstran di Medan Merdeka Barat. (jn)
Pecah...polisi menembaki kami dan para ulama dengan gas air mata. Mohon doa pic.twitter.com/7HnbrODzDj— #SaveIndonesia (@gatse8) November 4, 2016
Berdasarkan pantauan kamera kami, terlihat massa mulai melakukan pembakaran kendaraan, diduga milik kepolisian. #Breaking pic.twitter.com/0zY0wCXcPy— CNN Indonesia Daily (@CNNIDdaily) November 4, 2016
Pecaaahhh pic.twitter.com/vcLFcW0SMt— #TehBotol #AHY ㅤㅤㅤ (@BangNdon) November 4, 2016
Tau akan rusuh #Aksi411JokowiKabur pic.twitter.com/C7zPB1AUEs— #TehBotol #AHY ㅤㅤㅤ (@BangNdon) November 4, 2016
Terkena efek gas air mata, astaghfirullah... :'( #aksibelaquran #AksiDamai411 #tangkapahok pic.twitter.com/jm6BSX6ykj— JITUofficial (@jituofficial) November 4, 2016

