
Nusanews.com - DPP Front Pembela Islam (FPI) mengklaim aksi damai 4 November 2016 merupakan hari bersejarah di Indonesia.
"Kemarin 4 Nov adalah hari bersejarah. Ratusan ribu manusia turun jalan Bela Islam. Terbesar sepanjang sejarah Indonesia," kicau akun DPP FPI melalui akun Twitternya, Sabtu (5/11/2016).
Dikicaukan, para pengunjuk rasa datang dari berbagai daerah, Sabang sampai Merauke, juga dari berbagai ormas, agamis maupun nasionalis hanya untuk satu tujuan: Bela Al-Quran.
3. Kemarin 4 Nov adalah hari bersejarah. Ratusan ribu manusia turun jalan Bela Islam. Terbesar sepanjang sejarah Indonesia. pic.twitter.com/g8kaxIIxJZ— Front Pembela Islam (@DPP_FPI) November 5, 2016
Sementara itu, Abdullah Gymnastiar nampak kecewa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak menemui massa di depan Istana Negara.
"Umat yang datang luar biasa banyaknya, sayang sekali, jokowi sama sekali tak mau menemui rakyatnya yang terluka hati," kicau @aagym.
Dikicauan selanjutnya, AA Gym lalu mengunggah sebuah foto Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sedang menonton aksi damai melalui layar kaca.
"Apa yaa yang ada di hati nurani pa JK melihat ummat se banyak ini yang terluka dan ingin jumpa presidennya.., ?,".
Apa yaa yang Ada di hati nurani pa JK melihat ummat se banyak ini yang terluka dan ingin jumpa presidennya.., ? pic.twitter.com/Ta7bzNWfVu— Abdullah Gymnastiar (@aagym) November 4, 2016
Diketahui, aksi damai ini untuk mendesak penegakan hukum dalam kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dijadwalkan, Bareskrim Polri akan memeriksa Ahok pada Senin pekan depan. (rk)

