
NUSANEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menyebutkan bahwa kekayaan Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan adalah Rp 7.3 miliar dan US$8 ribu. Jumlah kekayaan Anies paling sedikit dibandingkan dua pesaing lainnya, seperti kekayaan Gubernur non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencapai Rp 25,6 miliar dan US$7 ribu. Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar Rp 15,2 miliar dan US$511 ribu.
Menanggapi hal tersebut, Anies mengaku kalau jumlah kekayaannya memang hanya sebanyak Rp 7,3 miliar.
"Memang begitu saja kekayaan saya,” ujarnya seusai menghadiri pertemuan dengan Forum Pemred di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Selasa (29/11).
Menurutnya, dirinya hanya melaporkan kekayaan yang memang atas nama dirinya saja, pasalnya dirinya sudah terbiasa untuk melaporkan kekayaan. Sejak tahun 2013, Anies sudah memberikan laporan kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). meski saat itu dirinya masih belum menjabat sebagai pejabat negara.
“Saya salah satu yang pertama melapor,” tuturnya.
Saat itu, laporan yang diberikan pun bukan LHKPN. Namun laporan warga negara, sehingga untuk pelaporan harta kekayaan, baginya itu hal yang lumrah. Sehingga tidak takut untuk terbuka mengenai kekayaannya.
Berdasar LHKPN yang diumumkan, kekayaan Anies meliputi tanah dan bangunan seluas 1.655 m2 dan 565 m2 di Jakarta Selatan yang berasal dari hasil sendiri perolehan dari 2010 sampai dengan 2016 senilai Rp 8.408.525.000 dan juga tanah seluas 91 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2012 sampai dengan 2013 senilai Rp 1.492.730.000.
Kemudian harta bergerak berupa alat transportasi berupa mobil merk Toyota Avanza tahun pembuatan 2012 yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2012 senilai Rp 112.000.000. Ada juga mobil merk Toyota Kijang Innova, tahun pembuatan 2008 yang berasal dari hasil sendiri yang dibelinya tahun 2008 senilai Rp 105.000.000. Terakhir mobil merk Mazda 2, tahun pembuatan 2013, perolehan tahun 2016 senilai Rp 135.000.000.
Juga logam mulia dari warisan perolehan dari tahun 1985 sampai dengan 2016 senilai Rp 333.133.348. Kemudian benda bergerak lainnya perolehan dari tahun 2005 sampai dengan 2016 senilai Rp 338.330.500.
Lalu ada juga surat berharga tahun investasi dari 2012 sampai dengan 2013 yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 50.000.000 dan tahun investasi 2008, yang berasal dari warisan senilai Rp 38.768.976. Kemudian Giro dan setara kas lainnya senilai Rp 701.714.556 dan USD 8.893. Utang dalam bentuk pinjaman uang senilai Rp 4.408.159.775. (jn)

