
NUSANEWS - Calon Petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menerima pengaduan dari seorang ibu paruh baya yang mengaku sebagai pemilik perusahaan yang sudah berjalan selama puluhan tahun.
Ibu itu mengadu soal pemerasan oleh oknum yang dialaminya. "Kami diminta beberapa ratus juta," ujarnya, Rabu (30/11), di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta.
Menanggapi keluhan itu, Ahok mengatakan, harusnya warga tersebut merekam dan melaporkan praktik pemerasan tersebut. Menurut Ahok, sudah banyak oknum yang mengubah peta peruntukan untuk memeras pengusaha.
Dengan nada yang meninggi, Ahok menyayangkan sikap warga tersebut yang malah memilih untuk menyogok oknum. "Sekarang saya tanya, apakah urusan ibu akan beres dengan sogok uang kasih ke mereka? Kalau saya enggak kasih izin untuk beresin?" tanya Ahok.
"Ya, enggak tahu," jawab warga itu. "Enggak bisa. Kalau saya bilang aturannya enggak boleh, mau potong kepala saya pun enggak boleh," jawab Ahok.
Menurut Ahok, beberapa pengusaha terkadang lebih senang menyogok daripada mengikuti peraturan yang ada. "Kadang pengusaha itu sebetulnya lebih suka nyogok. Mereka mulai ngeluh kalau nyogoknya kebanyakan," singgung Ahok.
Karena telah melontarkan ucapan yang agak menyinggung, Ahok pun meminta maaf kepada warga tersebut. "Saya jadi suudzon, maaf Bu ya. Kadang yang datang ke depan saya ini justru koordinator. Maaf bu ya, koordinator atau melanggar," ujar Ahok sambil berdiri. (jn)

