
NUSANEWS - Pengamat politik dari Monash Intitute Muhammad Nasih menegaskan, pernyataan Kapolri Tito Karnavian terkait isu makar jelang unjuk rasa bela Islam jilid III (2/12) menunjukkan indikasi aparat merusak kebebasan berekspresi masyarakat.
Menurutnya, pernyataan Kapolri tersebut sangat terlihat jelas bertujuan hanya untuk menggembosi saja.
"Sekarang upaya penggembosan itu makin nyata dengan melarang pol-pol bus mengangkut para calon peserta aksi," terang dia di Jakarta, Sabtu (27/11/2016).
"Inilah justru yang sesungguhnya tidak konstitusional. Padahal institusi menjamin setiap warga negara untuk mengeluarkan aspirasinya," singkat dia. (ts)

