logo
×

Selasa, 29 November 2016

Kecewa Terhadap Kapolri, Ratna Sarumpaet Datangi DPR Desak Rekomendasi Pemberhentian Kapolri

Kecewa Terhadap Kapolri, Ratna Sarumpaet Datangi DPR Desak Rekomendasi Pemberhentian Kapolri

NUSANEWS -  Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia Ratna Sarumpaet menyambangi gedung DPR, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Kedatangan aktivis tersebut bertujuan untuk bertemu pihak Komisi III DPR untuk mengadukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Jadi kami ingin mendesak Komisi III untuk segera merekomendasi pemberhentian (Tito) sebagai Kapolri," kata Ratna di kompleks Parlemen, Senayan.

Tuntutan ini, kata Ratna, menyusul adanya sejumlah pernyataan Kapolri yang membuat resah masyarakat terkait demo 'Aksi Bela Islam' III pada 2 Desember 2016, yang disebut ada upaya makar.

"Jadi yang saya perhatikan sikap Kapolri ini sebagai orang yang dipercaya di Republik Indonesia melayani, mengayomi, dan melindungi rakyat, buat kami dalam konteks ini tidak mampu melayani, mengayomi, melindungi secara profesional dan berkeadilan," ketusnya.

Tak kalah penting, terang Ratna, pernyataan Kapolri yang ingin membubarkan secara paksa aksi 212 demo, yang menuntut agar tersangka penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

"Yang terakhir yang menggangu kita adalah akan membubarkan paksa jadi ini kami mengakumulasi semua omongan beliau," alasanya.

Dia menuding ada upaya Kapolri untuk melindungi Ahok dalam kasus penistaan agama. Pasalnya, sejauh ini orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut tidak menahan Ahok.

"Semua orang ditangkap kalau sudah penistaan agama, tetapi saat ini tidak ditangkap, kenapa berat betul untuk menangkap. Kenapa orang-orang yang mendesak untuk menangkap di musuhi betul oleh Kapolri," pungkasnya. (ts)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: