
NUSANEWS - Marwah Daud Ibrahim kembali dipanggil penyidik Ditreskrimum Polda Jatim kemarin (9/11). Dia tiba sekitar pukul 11.50. Setelah diperiksa, Marwah pun dicecar awak media tentang para mahaguru abal-abal yang pernah dicium tangannya.
Ternyata dia pun menolak menjawab. ”No comment kalau itu. Tidak ada di agenda pemeriksaan. Saya hanya jawab terkait kasus hukumnya," ujar perempuan kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, tersebut.
BACA: Terungkap! 7 Maha Guru Dimas Kanjeng Ternyata Pengemis dan Gelandangan

Didampingi kuasa hukumnya, Marwah berusaha mengalihkan pembicaraan saat ditanya wartawan tentang kedok mahaguru yang terbongkar itu.
Dia malah mengapresiasi penyidik soal pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya kemarin. Menurut Marwah, pemeriksaan kemarin sangat signifikan. Sebab, dia juga membawa dokumen-dokumen lengkap untuk dijelaskan kepada penyidik.
"Pendalamannya luar biasa. Sebelumnya (panggilan pertama, Red) tidak cukup lengkap," tambahnya.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan, ada 29 pertanyaan yang diajukan penyidik. Agenda kemarin merupakan lanjutan panggilan pertama pada 17 Oktober lalu. "Masih soal keterlibatannya di dalam yayasan," katanya.
Argo belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan. Namun, yang jelas, pemanggilan Marwah kemarin masih berkapasitas sebagai saksi. (jpg)

