
NUSANEWS - Lembaga survei "Indikator" merilis hasil survei terbaru mereka pada Kamis (24/11) terkait dinamika Pilkada DKI Jakarta. Survei itu dilakukan mulai 15 November, atau sehari sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, dan berakhir 22 November.
Salah satu yang terungkap dari survei ini, mayoritas responden puas dengan kinerja Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal ini ditunjukkan dari penilaian di bidang ekonomi, pemerintah bersih, biaya pendidikan dan berobat, serta infrastruktur dan layanan publik. "Mayoritas menilai kondisi tahun ini lebih baik daripada tahun lalu," kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi.
Namun yang mengejutkan, meski sebagian besar responden puas dengan kinerja Ahok, ternyata mereka enggan memilih calon gubernur petahana itu. Elektabilitas Agus-Sylvi 30,4%, Ahok-Djarot 26,2%, dan Anies-Sandi 24,5%. Sedangkan yang belum memutuskan pilihannya ada 18,9%.
Temuan survei DKI Jakarta November 2016 terkait Peluang Kandidat pic.twitter.com/9pifhHso5N— INDIKATOR (@indikatorcoid) 24 November 2016
Dari survei yang dilakukan Indikator, Burhan menyebut faktor utama yang menggerus elektabilitas Ahok adalah pernyataannya sendiri mengenai Surat Al Maidah ayat 51. Survei mengungkapkan, hampir seluruh responden 94,6% mengetahui ucapan Ahok soal Al Maidah ayat 51.
Dari keseluruhan responden, 81,1% juga mengetahui bahwa Ahok sudah meminta maaf atas kasus ini. (ar)
Tahukah warga akan Ucapan Ahok terkait Al-Maidah:51 dan Sumber Informasinya ? Kami sajikan pula survei ttg Buni Yani pic.twitter.com/7hiE56u6wT— INDIKATOR (@indikatorcoid) 24 November 2016
Apakah warga DKI Jakarta tahu bahwa Ahok sudah meminta maaf atas pernyataan dan ucapannya ? pic.twitter.com/OCfn1rlrsP— INDIKATOR (@indikatorcoid) 24 November 2016

