
NUSANEWS - Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) santai menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang menunjukkan tingkat elektabilitasnya bersama Djarot Saiful Hidayat, merosot.
Kata Ahok, survei LSI kerap menunjukkan kecenderungan menurun di setiap pencalonannya menjadi kepala daerah.
Seperti saat dia menjadi calon gubernur di Bangka Belitung 2007, dan menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta 2012, saat berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi).
"LSI mah dari 2012. Waktu mau jadi gubernur Babel (Bangka Belitung) juga menurun melulu kok dari dia (LSI)," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).
Meski unggul, elektabilitas Ahok sudah di bawah 30 persen, yaitu di angka 24,6 persen.
Tingkat elektabilitas Ahok turun 6,8 persen bila dibanding hasil survei pada Oktober 2016. Ketika itu, elektabilitasnya mencapai 31,4 persen.
Sedangkan pada Juli 2016, tingkat elektabilitas Ahok mencapai 49,1 persen, dan pada Maret 2016 masih mencapai 59,3 persen.
Survei terbaru LSI Denny JA dilakukan pada 31 Oktober-5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden.
Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini adalah plus-minus 4,8 persen.
Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset, terdiri dari focus group discussion (FGD), media analisis, dan indepth interview. (tn)

