logo
×

Kamis, 22 Desember 2016

Sosok Ibu Di Mata Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Sosok Ibu Di Mata Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

NUSANEWS - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memiliki kisahnya masing-masing mengenai hari ibu.

Cagub Anies berkata, memaknai hari ibu tak sekadar ingat sosok ibunda, melainkan sosok perempuan lain yakni sang nenek yang menjadi aktivis.

Anies mengingatkan, hari ibu yang diperingati setiap 22 Desember, hari ini, berawal dari Kongres Wanita Indonesia.

"Buat saya pribadi bukan sekedar hari ibu karena ibu saya. Bagi saya, keluarga kami bagian dari sejarah hari ibu," kata Anies di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Anies menuturkan, kisah tentang perjuangan neneknya, Barkah A.R Baswedan. "Nenek saya selalu mendengungkan perjuangan perempuan saat itu, dia salah satu perempuan dari Tegal yang mengikuti kongres perempuan pada tahun 1929," kata Anies.

Perempuan, di mata Anies merupakan sosok yang begitu penting dalam elemen kehidupan. Oleh karenanya, dalam salah satu programnya akan menjadikan perempuan Jakarta, perempuan yang terdidik.

"Kami semua punya komitmen untuk pendidikan perempuan, memuliakan perempuan. Kita- kita ini kalau nggak ada ibu yang terdidik seperti itu nggak jadi seperti sekarang," tutur pria yang biasa disapa warga Jakarta Mas Anies ini.

Sementara itu, cawagub Sandiaga Uno mengatakan, ibunya Mien Uno sebagai sosok panutan hingga saat ini. Mien, diakuinya merupakan sosok yang begitu berpengaruh dalam perjalanannya menjadi pengusaha.

"Saya nggak akan jadi pengusaha sukses kalau enggak ada ibu," kata pengusaha yang bisa disapa warga Ibu Kota, Bang Sandi itu.

Sandi mengisahkan, saat tinggal bersama istrinya di Singapura dia kehilangan pekerjaan di sana. Bahkan ketika kembali ke Indonesia, dia tidak memiliki apa pun, apalagi uang untuk menyewa rumah.

"Waktu itu saya nggak mampu lagi tinggal di luar negeri, pulang ke Jakarta, nggak ada rumah, nggak punya uang buat sewa rumah, saya enggak pernah lupa, saya jadi pengusaha nggak lepas dari peran ibu," kisa Bang Sandi.

Sang ibu mengajarkan untuk terus bekerja keras dan tidak terlena oleh hasil yang sudah dicapainya.

"Ibu saya pernah bilang, kamu jangan pernah merasa sudah cukup, kamu harus tetap bekerja keras. Itu yang saya tangkap dan saya pegang hingga hari ini, mudah-mudahan hari ibu bisa mendongkrak harkat martabat perempuan," tandasnya. (ts)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: