
NUSANEWS - Kabar penangkapan Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, dan Ratna Sarumpaet oleh kepolisian, pagi tadi, juga mengagetkan kalangan politisi di Senayan.
Apalagi tokoh-tokoh itu dikenal lantang menyuarakan persatuan NKRI.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa mempertanyakan jika memang dasar polisi menangkap Rachmawati dkk adalah makar.
"Kalau bicara tuduhan makar perlu pembuktian. Makarnya di mana? jika pengerahan massa, yang ditangkap ini kan massanya (Rachmawati dkk) ada dan tiada," kritik Desmond saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/12).
"Orang baru ngomong menjelek-jelekkan pemerintah sudah dianggap makar. Pembuktian makar itu susah," tambahnya.
Ketimbang makar, ia melihat langkah polisi itu karena menganggap Rachma dkk sebagai provokator semata. Namun motif polisi menangkap para tokoh tersebut menurut dia, patut dipertanyakan.
"Jangan-jangan penangkapan Rachmawati ini untuk menenggelamkan PDIP, mendegradasikan Megawati,"
Pasalnya, kata Desmond, tokoh-tokoh yang ditangkap itu bukan lagi siapa-siapa di masa kini.
"Negara ini sudah lebih parah dibandingkan orde baru," ucapnya, miris.
Ia menilai betapa memalukan kerja para penegak hukum di negeri ini jika ternyata para tokoh itu tidak terbukti makar, seperti dituduhkan. (rm)

