
NUSANEWS - Aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di seberang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat sempat ricuh. Sejumlah mahasiswa yang kesal lantaran orasinya merasa tidak ditanggapi, mendorong polwan yang tengah mengamankan aksi.
"Kita nggak boleh dipermainkan begini. Kita harus dorong (polisi)," ujar orator aksi berapi-api, Kamis (12/1/2017).
Pantauan detikcom, seorang polwan yang didorong oleh massa tersebut pun terjatuh sambil mengeluh kesakitan. Akibat aksi dorong itu, polisi pun langsung bergegas mengamankan. Mereka diminta mundur serta menjalankan aksi dengan kondusif.
Polisi langsung membuat barisan pagar untuk mencegah aksi dorong-dorongan yang dilakukan oleh pendemo. Ada dua mobil water canon juga dipersiapkan untuk berjaga.
Demonstrasi dilakukan untuk menuntut pencabutan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang kenaikan tarif atas jenis PNBP yang berlaku di Polri, menolak kenaikan tarif dasar listrik golongan 900 VA, serta tuntutan mengembalikan mekanisme penetapan harga BBM kepada pemerintah.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar sebelumnya mengatakan personel Polda Metro Jaya dan gabungan yang akan menjaga demo di berbagai titik sekitar 9 ribuan personel.
"Pengamanan dinas provinsi saja, seperti Dinas Perhubungan, Damkar, Dinas Satpol PP, 9.685, itu personel pengamanan gabungan di berbagai lokasi," tutur Indra di posko pengamanan Polda Metro Jaya di Monas, Jakarta Pusat, hari ini. (rn)

