logo
×

Kamis, 05 Januari 2017

Dua Bocah yang Hadang Pemotor Masuk Jalur Sepeda Didatangi Wali Kota Bogor

Dua Bocah yang Hadang Pemotor Masuk Jalur Sepeda Didatangi Wali Kota Bogor

NUSANEWS - Walikota Bogor Bima Arya bersama Kepala Dinas Perhubungan Rachmawati dan Kepala Sat Pol PP Herry Karnadi, mendatangi para pesepeda cilik di sepanjang Jalan Otista, Selasa (3/1). Para pesepeda cilik ini memblokir jalur sepeda di Jalan Otista yang digunakan pengendara motor.

Menurut Bima, keberanian anak-anak ini luar biasa ketika melihat pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara sepeda motor. “Ini memang untuk jalur sepeda, anak-anak ini tidak suka lihat ada pelanggaran. Ini artinya peringatan juga untuk aparat DLLAJ terutama,“ kata Bima.

Aksi ini, lanjut Bima, sekaligus bentuk sosialisasi bagi warga Bogor agar jalur sepeda ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain. “Selain itu ada patroli khusus keliling Kebun Raya Bogor (KRB) jalur pedestrian dari Pol PP. Ditambah lagi dari DLLAJ mulai dari hari ini (kemarin,red),” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi pemblokiran jalur sepeda oleh para pesepeda cilik ini akan berlanjut. Mereka bertekad untuk terus melakukan aksi pengadangan terhadap para pengendara sepeda motor yang melintas di jalur sepeda sepanjang Jalan Otista.

Aksi dua bocah asal Kota Bogor ini bikin heboh. Keduanya nekat memblokir para pengendara motor yang melaju di jalur khusus sepeda pedestrian Kebun Raya Bogor (KRB) di Jalan Otista, Senin (02/01). Mereka adalah Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13). Keduanya  memalangkan sepeda miliknya di jalur sepeda untuk menghadang laju pengendara sepeda motor yang melanggar itu.

Beberapa pengendara pun terlihat menghindar. Bahkan, ada beberapa yang protes, mulai dengan memelototi keduanya hingga adu argumen. Namun, keduanya tetap tak gentar. “Banyak yang protes dari tadi juga, tapi kami enggak takut kok, kan enggak salah, mereka yang ngelewatin jalur sepeda,” ujar Wildan kepada Radar Bogor (Group Pojoksatu).

Aksi Wildan dan Mahesa  ini, mengingatkan kita akan aksi  bocah pemberani  Daffa Faros Oktoviarto asal Semarang yang juga mencegat pesepeda motor yang melewati trotoar di wilayahnya. Aksi mereka ternyata terinspirasi ketika melihat banyaknya pengguna motor yang melewati jalur sepeda. Padahal, itu merupakan hak pesepeda.

“Lihat di Instagram  banyak yang komen-komen soal jalur sepeda yang dilewati bukan haknya, ya udah, akhirnya langsung ke sini saja. Jalur sepeda kenapa dipakai motor dan mobil yang enggak beraturan gitu,” beber Wildan polos. (ps)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: