
NUSANEWS - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) berencana menggelar safari aksi Bela Islam di Kepulauan Seribu pada Senin pekan depan. Lokasi sengaja dipilih wilayah Pulau Pramuka, tempat Basuki T Purnama alias Ahok diduga lakukan penistaan agama. Kubu Ahok merasa kondisi ini semakin membuat pihaknya yakin ada rekayasa kasus.
"Semakin terlihat bahwa kasus penistaan agama semakin direkayasa dong," kata salah satu kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat, saat dihubungi, Kamis (5/1).
Dia juga menyebut, tudingan rekayasa ini semakin diperkuat lantaran tidak ada warga Kepulauan Seribu melaporkan Ahok ke kepolisian atas kasus tersebut. Pihaknya juga mengklaim tidak ada warga di Kepulauan Seribu merasa tersinggung atas ucapan Ahok.
"Karena sudah sejak awal tidak satu pun orang Pulau Seribu yang mendengar sambutan Ahok, melaporkan Ahok bahkan tidak ada yang protes sama sekali hari ini," ungkapnya.
Seperti diketahui, safari aksi Bela Islam nantinya bakal diisi para ulama kondang. Mereka di antaranya pimpinan pesantren Darut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Selain itu, Ketua yayasan Irena Center, Ustazah Irena Handono.
Pengumuman gelaran safari aksi 212 itu melalui akun Instagram resmi GNPF-MUI, @bela.quran.
"#spirit212 KEPULAUAN SERIBU," tulis @bela.quran dalam keterangan foto di Instagram resminya. Pengumuman itu diunggah pada Rabu (4/1) kemarin.
Gelaran safari aksi bela Islam tidak hanya dilakukan di Pulau Pramuka. GNPF-MUI belakangan kerap melakukan aksi di pelbagai daerah Indonesia. (mdk)

