logo
×

Kamis, 05 Januari 2017

Jokowi Bakal Reshuffle Menteri Ekonomi Lagi?

Jokowi Bakal Reshuffle Menteri Ekonomi Lagi?

NUSANEWS - Presiden Jokowi baru-baru ini memberikan sinyalemen bahwa dirinya tidak akan mengocok ulang susunan Kabinet Kerja yang dipimpinnya dalam waktu dekat. Di sisi lain, pembicaraan mengenai kocok ulang kabinet semakin marak di tengah masyarakat, khususnya pemerhati politik.

Menurut informasi yang diperoleh redaksi dari perbincangan dengan berbagai kalangan pemerhati bukan tidak mungkin sasaran utama dari reshuffle kali ini adalah tim ekonomi.

Tim ekonomi yang sekarang terkesan lambat memberikan respon yang pas untuk berbagai persoalan yang lebih substansial. Misalnya, riset yang dilakukan JP Morgan dianggap sebagai serangan” terhadap stabilitas sistem keuangan nasional, disusul dengan keputusan menghentikan hubungan kemitraan dengan lembaga keuangan terbesar di Amerika Serikat itu.

Keputusan ini dianggap sebagai kegagalan tim ekonomi, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam memahami situasi sebenarnya dari sistem keuangan nasional. Juga kegagalan dalam memahami tingkat keseriusan riset JP Morgan itu sampai-sampai pihak Kementerian Keuangan mengatakan riset itu tidak berdasar dan tidak akurat serta tidak kredibel.

Di tengah berbagai persoalan dan ketegangan yang terjadi, yang memberikan dampak dan tekanan terhadap perekonomian nasional, pendekatan yang dipilih Menkeu Sri Mulyani untuk memecat JP Morgan terbilang aneh.

Bukankah, sebagai sosok yang pernah malang melintang di IMF dan Bank Dunia, seharusnya Sri Mulyani memiliki kemampuan dalam menjalin komunikasi dengan lembaga-lembaga keuangan besar dari blok AS?

Di lain hal, apa pun keputusan Kemenkeu RI masyarakat internasional rasa-rasanya tetap lebih mempercayai riset JP Morgan dibandingkan dengan kemampuan Indonesia memperkuat fundamental ekonomi di tengah bayang-bayang krisis yang sedemikian rupa.

Walhasil, keputusan Kemenkeu dinilai sebagai keputusan yang emosional. Kemenkeu menciptakan wilayah konflik baru, kali ini dengan lembaga pemeringkat surat utang yang selama ini sangat dipercaya pemerintah Indonesia.

Dengan demikian, bila sebelumnya sasaran reshuffle adalah pos yang tidak terkait ekonomi, kini menyusul kasus JP Morgan, ditambah dengan berbagai hal lain, tak sedikit yang mulai memprediksi bahwa tim ekonomi juga akan menjadi salah satu yang akan dikocok ulang. (ps)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: