logo
×

Kamis, 05 Januari 2017

Parah, Netanyahu Minta Tentara Pembunuh Warga Palestina Diampuni

Parah, Netanyahu Minta Tentara Pembunuh Warga Palestina Diampuni

NUSANEWS -  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta pengadilan mengampuni tentara yang menewaskan seorang warga Palestina. Tentara yang diketahui bernama Elor Azaria itu menembak mati seorang warga Palestina yang hendak melakukan serangan di wilayah Hebron, Maret tahun lalu.

Kemarin, pengadilan Israel memutus bersalah salah satu anggota dari pasukan khusus Israel atau IDF tersebut. Pengadilan menyebut Azaria telah melanggar peraturan dengan melepaskan tembakan yang mematikan terhadap seseorang yang sudah tidak berdaya.

Pada saat penembakan, yang tertangkap kamera, penyerang asal Palestina sudah tidak bergerak dan tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat atau tentara Israel.

"Tentara IDF adalah putra dan putri kami dan harus dijauhkan dari kontroversi. Saya mendukung pemberian ampunan kepada sersan Azaria," kata Netanyahu, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (5/1).

"Ini adalah hari yang sulit dan menyakitkan bagi kita semua, pertama dan terutama untuk Azaria dan keluarganya, untuk tentara IDF, bagi banyak warga negara, dan untuk orang tua dari tentara kita, termasuk saya sendiri," sambungnya.

Selain Netanyahu, Menteri Pendidikan Naftali Bennett juga mengutuk keputusan pengadilan, karena ratusan aktivis menunjukan dukungan kepada Azaria.

"Hari ini seorang tentara yang membunuh seorang teroris yang layak mati, yang mencoba untuk membantai tentara dimasukkan ke dalam penjara dan diperlakukan seperti penjahat," tulis Bennet di Facebook. (sn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: