
IDNUSA - Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Rizieq Syihab mengklaim aksi yang dimotori GNPF MUI bukanlah aksi anti toleransi.
”Kami ingin sampaikan kepada semua pihak, aksi kami jangan dimaknai aksi makar, aksi anti toleransi, aksi anti kebhinekaan. Kami bukan musuh bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, Habib Rizieq mengatakan siap melakukan dialog dengan pemerintah terkait permasalahan bangsa saat ini. Dialog itu juga untuk memastikan tidak ada niat makar di setiap aksi umat Islam. Baik itu aksi 4 November (411), 2 Desember (212) dan terakhir 11 Februari (112).
”Dialog sudah dibuka dan akan dilanjutkan. Musuh-musuh yang mengadu domba akan keluar dari kandangnya,” lanjutnya.
Rizieq pun meminta tidak ada lagi kriminalisasi ulama seperti yang terjadi beberapa hari terakhir. Sebab, bila kemarahan umat Islam sudah meledak, akan sulit untuk diberikan pengertian.
”Stop kriminalisasi ulama, stop fitnah-fitnah ulama,” imbuh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu. ”Kami minta umat Islam untuk tetap menahan diri, jangan sampai terprovokasi,” ucapnya. (ps)

