logo
×

Kamis, 02 Februari 2017

MUI: SBY Mau Telepon Ma'ruf Amin Sepuluh Kali Silakan, tapi

MUI: SBY Mau Telepon Ma'ruf Amin Sepuluh Kali Silakan, tapi

IDNUSA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yusnar Yusuf Rangkuti mengatakan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mempengaruhi keputusan pembuatan fatwa, meski muncul kabar permintaanya kepada Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin.

"Majelis Ulama ya Majelis Ulama, SBY nelpon Maruf Amin yang silakan aja. Mau sepuluh kali telepon silakan, tapi ketetapan majelis ulama tetap ketetapan bersama. Kita setiap hari Selasa rapat," kata Yusnar saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh wartakotalive.com, Kamis (2/2/2017).

Apalagi, menurutnya beberapa waktu belakangan muncul isu yang menyatakan adanya permintaan SBY ke Ma'ruf untuk membuat sebuah fatwa. Padahal, katanya, hal tersebut tidak berpengaruh.

"Itu bukan pekerjaan yang ditetapkan sendiri oleh Ma'ruf Amin, apalagi yang diviralkan bahwa seolah-olah SBY yang mendesak. Enggak ada urusan dengan SBY, enggak ada urusan," tegasnya.

"Ketika Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa, itu bukan yang dikeluarkan oleh Ma'ruf Amin sendiri, termasuk saya ikut mengonfirmasi itu," tambahnya.

Sebagai sebuah lembaga, jelas Yusnar, segala bentuk aktivitas apalagi pembuatan sebuah fatwa, mesti melalui proses penyamaan keputusan dengan rapat.

"Sepuluh orang pun menelepon dia untuk memaksa menyatakan buat fatwa seperti ini, enggak bisa. Saya paling keras untuk menentang sesuatu yang tidak tepat. Saya selalu menentang kalau menurut saya itu tidak etis," paparnya.

Kejadian ini berawal ketika usainya sidang penistaan agama dengan Ahok sebagai terdakwa, Selasa (31/1/2017) malam. Penasihat hukum Ahok mengatakan ada telepon SBY ke Ketua Umum MUI.

Perbincangan telepon tersebut membahas perbicanganan yang intinya meminta ketua MUI bertemu Agus-Sylvi, dan meminta ketua MUI mengeluarkan fatwa tentang penistaan agama. Pembicaraan telepon itu disebutkan terjadi pada 6 Oktober 2016. (tn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: