logo
×

Senin, 13 Februari 2017

Pemkot Bekasi Sebut Belasan Truk Sampah Hibah dari DKI Rusak

Pemkot Bekasi Sebut Belasan Truk Sampah Hibah dari DKI Rusak

IDNUSA - Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyebutkan sebanyak 19 truk sampah berasal dari hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam kondisi rusak. Namun, 31 truk sampah hibah lainya masih dalam kondisi bagus dan masih bisa dioperasikan.

"Sebanyak 19 truk sampah yang dihibahkan dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta beberapa waktu lalu tidak bisa dioperasikan karena rusak berat," ujar Kabid Persampahan dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dadang Mulyana kepada SINDOnews, Minggu (12/2/2017).

Menurut dia, 19 truk sampah yang rusak berat itu sempat digunakan beberapa hari oleh Pemkot Bekasi untuk mengakut sampah warga di 12 Kecamatan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang. Namun, setelah itu tidak bisa lagi digunakan.

Dadang menjelaskan, kerusakan itu karena kondisi truk sampah tersebut sudah uzur dan sparepart untuk perbaikan truk itu sangat mahal. Sehingga, pemerintah daerah terpaksa tidak menggunakan truk tersebut untuk mengangkut ratusan ton sampah di wilayahnya.

Selain truk sampah hibah DKI Jakarta, kata dia, puluhan truk sampah milik Kota Bekasi juga mangkrak tak bisa beroperasi sejak puluhan tahun lalu. Hingga saat ini, total truk yang tidak beroperasi mencapai 71 truk sampah. Tapi khusus truk milik pemerintah sebanyak 52 truk.

"Jadi totalnya yang rusak sebanyak 71 truk, 19 truk hibah DKI Jakarta dan 52 truk sampah milik Bekasi yang pengadaanya berasal dari APBD Kota Bekasi sebelumnya," katanya. Kerusakanya truk sampah itu bervariasi mulai dari kerusakan sedang hingga kerusakan berat.

Meski dalam kondisi begitu, pemerintah daerah tetap melakukan pengangkutan sampah milik warga setiap harinya. Jumlah kendaraan yang masih beroperasi pengambilan sampah mencapai 267 truk. Hanya saja, kata dia, tidak bisa maksimal mengangkut 1.600 ton per hari.

Dadang mengatakan, dari ratusan truk yang beroperasi itu, kapasitas angkut nya tidak terlalu besar. Truk itu, hanya memiliki bobot truk angkut sebesar 6 ton dan 12 ton.  Sayangnya, tahun 2017 ini, Kota Bekasi tidak melakukan pembelian truk sampah baru untuk mengangkut sampah.

Namun, ujar dia, Pemkot Bekasi focus kepada pelebaran zona sampah di Sumur Batu. Apalagi, untuk perbaikan rata-rata kendaraan truk itu cukup mahal. Bahkan, kata dia, harga satu truk sampah, perbaikannya bisa mencapai satu harga truk baru."Sangat mahal," ungkapnya.

Kondisi truk sampah milik Kota Bekasi tersebut sudah termakan usia. Bahkan, truk itu kebanyakan sudah rusak sejak 2003 lalu. Jadi, kata dia, saat mau diperbaiki biayanya cukup tinggi. Solusinya hanya menunggu peluasan zona. Sebab, percuma saja truk bagus, tapi TPA Sumur Batu Overload.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menambahkan, kerusakan truk tersebut beragam, namun mayoritas akibat kondisi suku cadang yang rusak karena usia pemakaian. "Suku cadang truk-truk ini juga harus tersedia di workshop ini, jadi perbaikan tidak memakan waktu lama," tambahnya.

Ketua Partai Golkar Bekasi ini mengkritisi sitem kerja workshop yang belum optimal akibat adanya kekurangan sarana dan prasarana. Salah satunya, persediaan tenaga mekanik yang bisa melakukan perawatan truk sampah."Sistem kerja workshop truk sampah harus dievaluasi," katanya.
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: