logo
×

Minggu, 19 Februari 2017

Pilkada Moratai Makan Korban, 1 Bayi Tewas Terkena Gas Air Mata

Pilkada Moratai Makan Korban, 1 Bayi Tewas Terkena Gas Air Mata

IDNUSA - Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pulau Morotai Propinsi Maluku Utara, yang dilakukan serentak Rabu (15/2) rupanya memakan korban seorang balita yang belum genap berumur satu tahun, akibat semburan gas airmata yang berasal dari pihak Kepolisian.

Wangsi Lapasiang terpaksa menghembuskan napas setelah menghirup gas airmata yang masuk kedalam rumahnya di Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, usai bertahan selama beberapa jam.

Kematian Wangsi bermula ketika Kamis (16/2) pendukung paslon M Ali Sangadji – Yulce Makasarat (Ali-Yuk) tidak menerima hasil pilkada yang dianggap banyak kecurangan yang terjadi. Para pendukung Ali-Yuk mencoba untuk melakukan protes kepada pihak Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih).

Namun niat pendukung yang berjumlah ratusan ini dihadang oleh pihak keamanan di Jalan Susilo Bambang Yudhoyono, yang masih berjarak sekitar 500 meter dari kantor Panwaslih.

Akibatnya para pendukung dari calon bupati yang pernah menjadi ketua DPRD Pulau Morotai ini, terpaksa harus berhadapan dengan polisi yang sudah berada di lokasi. Bentrok diantara keduanya todak bisa dihindari.

Namun pendukung Ali-Yuk berhasil dipikul mundur hingga di Tugu Bintang. Disini pihak pendemo melakukan orasi hingga akhirnya pihak kepolisian mencoba untuk membubarkan, dengan cara melepaskan gas airmata.

Sementara rumah korban yang kebetulan berdekatan dengan lokasi Tugu Bintang, akhirnya kemasukan gas airmata yang berhamburan di udara. Sementara posisi korban yang berada di dalam rumah terkena langsung, dan langsung dilarikan kedalam kamar untuk menghindari gas yang berterbangan.

Rupanya Wangsi terlambat diselamatkan, karena setelah bertahan sejak sore, pada pukuln23.00 wit, Wangsi menghembuskan napas terakhir, menurut keterangan dari pihak orangtua korban, jika pengetahuan mereka soal gas airmata memang minim, karena dikira gas airmata hanyalah seperti halnya asap dari pembakaran biasa.

Akibatnya Wangsi tidak dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan secara medis. Sementara itu beberapa kejadian akibat gas airmata, diketahui jika terkena orang dewasa juga bisa mengakibatkan kematian.

Pihak Kepolisian maupun dari Paslon Ali-Yuk ataupun Panwaslih sendiri tidak memberikan keterangan apapun terkait kematian bayi dari pasangan Hendri Lapasiang dan Sarlina Kausikar.
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: