logo
×

Minggu, 12 Februari 2017

SBY Ingin Ketemu Jokowi, Demokrat Sebut Urus Negara Tak Bisa 1 Tokoh

SBY Ingin Ketemu Jokowi, Demokrat Sebut Urus Negara Tak Bisa 1 Tokoh

IDNUSA - Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim ada pihak yang mencoba menghalangi pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi merespon pernyataan SBY dengan memintanya mengajukan surat permintaan agar bisa diatur waktu pertemuan.

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan SBY mengingatkan Jokowi tidak bisa mengelola negara sendiri. Jokowi, kata dia, membutuhkan masukan dari banyak pihak termasuk SBY sebagai mantan presiden.

"Oh itu silakan saja. Kalau memang dalam konteks kehidupan bernegara, berbangsa, tentu pesan yang disampaikan Presiden keenam ini mengisyaratkan kepada kita semuanya bahwa pengelolaan bangsa itu tidak hanya bisa dijalankan oleh satu orang atau satu tokoh," kata Didik di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/2).

Partai Demokrat belum memverifikasi soal surat pengajuan agenda pertemuan dengan Presiden Jokowi. Didik kembali menegaskan SBY berpesan negara tidak bisa dikelola sendiri.

"Kita belum verifikasi ke DPP, nanti tentu yang kami melihat bukan substansi surat itu, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan oleh negarawan kita, Pak SBY, bahwa semangatnya adalah mengelola bangsa ini untuk bersama, mengelola bangsa ini tidak hanya bisa dijalankan sendiri," ujar Didik.

Pihaknya tidak akan mengintervensi urusan pemerintah. Akan tetapi, SBY hanya mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam membangun bangsa. Untuk itu, kelanjutan dari pertemuan itu akan diserahkan kepada Presiden Jokowi.

"Kembali lagi bahwa kita tidak ingin mengintervensi atau pun mencampuri urusan yang menjadi urusan pemerintah, karena ini tentu juga bukan kewenangan dari Pak SBY atau kewenangan," tegas dia.

"Tetapi sebagai warga negara dan mantan birokrat atau pun mantan presiden, tentu semangat beliau ini yang kita tangkap bahwa pentingnya membangun kebersamaan dan membangun partisipasi publik dalam mengelola dan memimpin bangsa ini," tutupnya. (mdk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: