IDNUSA - Proses pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terekam kamera CCTV Bandara Internasional Kuala Lumpur. Rekaman tersebut memperlihatkan bagaimana seorang perempuan mendekati Jong-nam saat jam sibuk bandara, Senin, 13 Februari silam.
Rekaman video berdurasi 5 menit 27 detik yang beredar di situs berbagi Youtube dari The Star Online, memperlihatkan bagaimana Jong-nam yang mengenakan jas abu-abu dan membawa ransel tiba di bandara dan melihat jadwal penerbangan.
Setelah itu, Jong-Nam yang berencana terbang ke Macau pergi ke mesin tiket. Dalam sekejap, adegan berikutnya menunjukkan dua perempuan mendekat Jong-nam, dimana satu berada di hadapannya dan yang lain mendekatinya secara diam-diam dari belakang.
Wanita yang memakali baju `LOL` itu kemudian membekap wajah Kim Jong-nam dari belakang. Sang wanita diduga menggunakan kain beracun atau semprotan. Beberapa detik setelah serangan itu, kedua wanita terlihat meninggalkan korban, dan memilih jalan berlawanan.
Rekaman itu juga menunjukkan Jong-nam kemudian mendekati meja informasi dan mencari bantuan dari seorang karyawan bandara berseragam merah. Ia kemudian terlihat mengajak korban kepada dua polisi, dimana korban terlihat memberikan bahasa isyarat dengan tangannya.
Kedua polisi itu kemudian mendampingi korban ke klinik di bandara. Namun rekaman CCTV tidak menangkap kejadian saat Jong-nam berada di klinik. Saudara tiri pemimpin Korea Utara itu kemudian dikabarkan meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.
Dilansir dari Mirror, Minggu, 19 Februari 2017, seorang laki-laki Vietnam meyakini bahwa wanita pembunuh Kim Jong Nam itu adiknya. Laki-laki yang diketahui bernama Joseph Doan itu telah mengkonfirmasi bahwa nama adiknya adalah Doan Thi Huong, yang lahir pada tahun 1988 di provinsi Nam Dinh.
"Kami mengetahui kasus itu di internet dan saya belum sepenuhnya yakin karena kami belum bertemu, tapi melihat dari fotonya memang seperti adik saya," ungkap Doan.
Doan mengungkapkan bahwa adiknya telah meninggalkan rumah sejak usia 18 tahun dan jarang sekali pulang, kepulangannya pun tidak pernah diketahui oleh orang lain.
Hingga kini, kepolisian Malaysia telah menangkap empat tersangka yaitu satu warga Korea Utara, satu warga Malaysia, satu warga Vietnam, dan warga Indonesia bernama Siti Aisyah dalam kasus pembunuhan tersebut. (netz)

