logo
×

Selasa, 28 Maret 2017

Sarah, Kopilot yang Tetap Rajin Salat Meski di Udara

Sarah, Kopilot yang Tetap Rajin Salat Meski di Udara

IDNUSA, JAKARTA - Sebuah foto yang diunggah oleh akun Facebook Jaka Pituana mendadak viral di media sosial.

Pasalnya, foto tersebut menampilkan seorang perempuan yang menggunakan mukena dan malakukan salat di tempat duduk kopilot.

Meskipun harus melakukan salat dengan posisi duduk, perempuan itu nampak khusyuk saat beribadah.

Belakangan diketahui sosok perempuan itu bernama Sarah Widyanti Kusuma yang merupakan kopilot pesawat Garuda Indonesia.

kumparan (kumparan.com) berkesempatan mewawancarai Sarah pada, Senin (27/3) untuk mengenal lebih jauh mengenai sosoknya. Kepada kumparan, Sarah menceritakan kisahnya hingga bisa menjadi seorang kopilot.

"Awalnya saya hanya mencari sekolah yang disubsidi oleh pemerintah. Lantas tahu ada Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, saya daftar saja. Waktu itu tahun 2005 saya mendaftar di jurusan teknik pesawat udara, tapi saya gagal," ungkap Sarah saat dihubungi melalui pesan singkat.

Kegagalan lantas tak menyurutkan semangatnya untuk terus mencoba, hingga akhirnya dia berhasil lolos setelah kembali mencoba di tahun 2006 sekaligus menjadi awal karier Sarah di dunia penerbangan.

"Tahun 2006 saya coba lagi daftar dengan jurusan yang berbeda, kali ini saya daftar di jurusan penerbangan dan ternyata lolos. Ahkirnya saya lulus sebagai penerbang di tahun 2009, kemudian saya langsung diterima kerja di PT Garuda Indonesia," kata Sarah.

Kopilot Sarah Widyanti (Foto: instagram/@sarah.widy)

Soal kegiatannya yang menjadi viral, Sarah menuturkan bahwa dari dulu orangtuanya sudah mengajarkan agama yang baik kepadanya dan menekankan bahwa salat itu kewajiban.

Saat masih menjadi pelajar di sekolah penerbangan, dirinya pun tidak pernah lupa untuk tetap menjaga kewajibannya tersebut.

"Iya waktu dulu di sekolah penerbangan sudah praktik, tapi tidak salat di pesawat karena pesawatnya tidak auto pilot," kata Sarah.

Saat ditanya lebih jauh soal alasan dia salat di pesawat, Sarah menegaskan bahwa salat itu adalah kewajiban. Meskipun sedang melaksanakan tugas, sebisa mungkin kewajiban kita jangan ditinggalkan.

"Salat itu kan kewajiban. Saat itu sedang tugas dan sudah waktunya salat ya salat. Karena tidak ada waktu lagi kalau harus nunggu landing," jelas Sarah.

Kopilot Sarah Widyanti (Foto: instagram/@sarah.widy)
Sarah menceritakan bagaimana kondisi saat dia sedang bertugas. Di mana terkadang waktu tempuh penerbangan memakan waktu yang cukup lama. Dia memberikan contoh jika penerbangan dari jam 12 siang maka landing di bandara biasanya sudah waktu masuk salat magrib, sehingga tidak akan sempat untuk salat dzuhur dan ashar.

"Kadang ada waktu di mana sangat full di atas, nggak sempet lagi kalau nunggu landing. Contohnya terbang dari jam 12 siang dan landing sudah mau masuk magrib. Jadi salat zuhur dan asharnya di atas (pesawat). Atau terbang saat masuk waktu subuh, saya terbang dari jam 12 malam dan landing jam 7 pagi, mau nggak mau salatnya di pesawat," ujar Sarah.

Sarah memang mengakui terkadang kesulitan saat mengambil air wudu, karena dia berwudhu di lavatory (toilet pesawat). Namun Sarah tidak pernah mempermasalahkan hal itu.

"Saya ambil wudu di lavatory, sebisa mungkin saya menjaga wudu saya, tapi kalau ada hal yang membatalkan, saya wudu lagi di sana. Lumayan sulit sih karena tempatnya memang sempit. Tapi gak masalah " tutur Sarah.

Lebih lanjut, Sarah menjelaskan tata cara dia saat melakukan salat di pesawat.

"Kalau cuaca bagus biasanya saya berusaha berdiri dan menghadap kiblat. Tapi kalau cuaca kurang baik, posisinya tetap duduk di tempat duduk saya dengan menggunakan seatbelt," jelas Sarah.

Bagi Sarah, pekerjaan memang suatu kewajiban. Namun, menjaga salat pun merupakan kewajiban yang wajib dipenuhi.
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: