
IDNUSA, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta Djan Faridz mengatakan kunjungan Pasangan calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), hari ini merupakan silaturahim serta penegasan jika NU tidak dukung Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017.
"Karena ini adalah politis. Tapi PBNU itu mengizinkan anggota nya untuk memilih Calon. Tinggal calon-calon ini, masyarakat NU, nahdiyin tinggal melihat tanda-tanda yang diperlihatkan pada hari ini," kata Djan, Senin (10/4/2017).
Djan juga menegaskan bahwa warga NU selalu menghormati para ulama dan tidak menggunakan agama sebagai bentuk radikalisme.
"Kita tidak ingin menggunakan agama untuk keperluan radikalisme. Kita Islam yang damai kita bukan Islam yang radikal, yang mengancam, yang memfitnah, yang membohongi, yang menyumpahi, semua doa untuk kebaikan, " tegasnya.
"Semua orang yang kita doain untuk mendapatkan kebaikan untuk mendapatkan cinta dari Allah SWT," imbuhnya.
Kedatangan Ahok-Djarot disambut hangat seluruh jajaran pengurus, termasuk Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj. Pertemuan pun berlangsung tertutup hingga selesai sekitar pukul 20.30 WIB.
Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil Pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara, Sedangkan Ahok- Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.
Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot danAnies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (ar)

