
IDNUSA, JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman menyatakan, video "Ganyang Cina" yang merupakan video milik calon gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan salah satu bentuk kegaduhan di negara ini.
"Kita merasa ada satu suasana yang tidak enak dalam bernegara kita, salah satu dipicu adalah oleh pilkada Jakarta," kata Sohibul Iman di Jakarta
Oleh karena itu, dirinya minta sampai dengan 19 April nanti, semua pihak menjaga suasana kondusif.
"Jangan situasai gak enak ini semakin eskalatif salah satunya adalah penyebaran video iklan yang seperti itu. Ini harus dihentikan. Kita semua berkewajiban merawat ini lebih baik. Kita berharap 19 April semuanya berjalan dengan jujur dan adil tidak ada manipulasi dan tidak ada fitnah dan intimidasi dan juga menakut-nakuti masyarakat," kata Sohibul.
Sohibul mengaku, video tersebut tidak etis bahkan cenderung provokatif karena video itu menggambarkan seolah-olah ada kelmpok masyaraka tertentu dalam hal ini adalah yang beratribut muslim. Kemudian seolah-olah akan melakukan pengusiran menganyang kepada pihak tertentu, pihak lain yang disitu disebut adalah keturunan Tiongkok.
"Saya kira kalau dari sisi kami karena itu sesuatu yang salah tentu harus maaf, tapi masalahnya yang bersangkutan merasa atau tidak adanya kesalahan, tentu secara tuntutan publik terutama dari kami, kami melihat ini suatu yang tidak wajar dan karena itu harus minta maaf kepada seluruh umat Islam," kata Sohibul. (rn)

