![]() |
| Masjid tempat Novel Baswedan salat Subuh. (Foto: Aria Pradana/kumparan) |
Saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian, Wisnu Broto, mengungkapkan sempat mendengar keributan tak lama setelah salat subuh berjemaah dilakukan.
"Sebetulnya kejadian kita nggak bisa lihat langsung karena waktu itu kita masih di masjid, masih zikir. Biasanya Pak Novel beberapa menit sebelum berakhir dia selalu pulang duluan karena mau kerja. Tiba-tiba ada orang teriak-teriak kenceng sekali kayak orang kesakitan. Kita pikir orang berantem atau penculik apa gimana.," ujar Wisnu, warga yang tinggal di sebelah TKP di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4).
![]() |
| Barang bukti air keras Novel Baswedan (Foto: Aria Pradana/kumparan) |
"Dia kucurin terus sambil bilang 'tolong, saya bawa ke rumah sakit'. Sama tetangga di bawa ke sana. Saya juga ikut," tambah Wisnu.
Ia menambahkan, warga dengan sigap langsung membawa Novel ke Rumah Sakit Mitra Keluarga menggunakan Pajero hitam milih pengurus masjid, Abdurrahim Hasan.
![]() |
| Novel Baswedan pasca disiram air keras (Foto: Dok. Istimewa) |
Namun ia menyayangkan karena tidak sempat melihat pelaku yang menyiram Novel dengan air keras.
"Katanya berdua (pelakunya). Mungkin yang satu nyiram, satu lagi nyetir," tambah Wisnu
![]() |
| Garis polisi di depan rumah Novel Baswedan (Foto: Aria Pradana/kumparan) |





