
NUSANEWS, JAKARTA - Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bachtiar Nasir meminta agar kriminalisasi ulama segera dihentikan.
“Perkembangan situasi nasional dewasa ini yang semakin hari semakin dirasakan menuju ke arah yang tidak menguntungkan terhadap koeksistensi umat beragama lebih khususnya terhadap umat Islam,” tegas Bachtiar melalui siaran pers kepada wartawan, Selasa (6/6/2017).
GNPF MUI juga membaca ada gerakan serentak, terencana dan terstruktur berupa labelling kepada kelompok yang menegakkan dakwah amar ma’ruf nahyi munkar di bidang politik sebagai pihak yang seolah-olah anti terhadap dasar negara Pancasila, keberagaman atau kebhinekaan, dan keutuhan NKRI.
“Kemudian melahirkan perlawanan dari dalam masyarakat berupa labelling muallaf Pancasila,” sindir Bachtiar.
GNPF MUI juga kata Bachtiar membaca adanya pelaksanaan kekuasaan pemerintahan pada umumnya di bidang politik, hukum dan keamanan dirasakan semakin represif.
Pemerintah mengabaikan syarat kehati-hatian dan kecermatan dalam menjalankan roda pemerintahan dan penegakan hukum.
“Di sisi lain kita menyaksikan beberapa kasus besar yang menjadi concern umat Islam salah satunya kasus dugaan penodaan agama dalam pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada acara HUT PDIP ke-44 tidak pernah terdengar lagi progress-nya,” kata Bahctiar.
Atas dasar itum GNPF MUI menyerukan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil langkah-langkah serius guna menghentikan kriminalisasi terhadap ulama, tokoh oposisi, maupun aktivis Islam.
“Kami mendorong penegakan hukum oleh aparat Kepolisian yang berkeadilan berdasarkan due process of law, profesional, dan menjunjung tinggi HAM,” tegas Bachtiar.
Selain itu, GNPF MUI juga menyerukan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk tidak mudah terbawa arus jargon-jargon politik yang terkesan bagus dan penting.
Padahal tidak memiliki relevansi terhadap penguatan koeksistensi umat beragama bahkan membuka celah disintegrasi serta konflik SARA yang lebih luas.
GNPF MUI juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tetap bersungguh-sungguh bermunajat kepada Allah SWT dan melaksanakan qunut nazilah.
“Umat Islam harus tetap siap merapatkan diri untuk menghadiri mobilisasi umum aksi damai bela Islam dalam upaya amar ma’ruf nahyi mungkar melawan ketidakadilan,” tegas Bachtiar. (ps)

